Audiensi Kowani ke Menteri Luar Negeri

IMG-20180711-WA0009
Menteri Luar Negeri RI. Ibu Retno Lestari Priansari Marsudi (baju hbitam) menerima plakat dari Ketua Umum Kowani, Dr. Ir. Giwo Rubianto Wiyogo, M.Pd. beserta lima jajaran Kowani antara lain Ketua Koordinator Bidang Hubungan Luar Negeri (HLN) dan Bidang Humas Ibu Lia Tono Suratman, Ketua Bidang HLN Ibu Uli Silalahi, Ketua Bidang Humas Ery Simanjuntak, Sekretaris Jenderal Kowani Ibu Titien Pamudji da Wasekjen Ibu Atiek Sardjana diterima di Ruang Tamu Utama, Kantor Menteri Luar Negeri. (Foto: Ist)

JAKARTA, theindonesiatimes – Kongres Wanita Indonesia (Kowani) mengadakan audiensi dengan Menteri Luar Negeri RI. Ibu Retno Lestari Priansari Marsudi di Kementerian Luar Negeri. Ketua Umum Kowani, Dr. Ir. Giwo Rubianto Wiyogo, M.Pd. beserta lima jajaran Kowani antara lain Ketua Koordinator Bidang Hubungan Luar Negeri (HLN) dan Bidang Humas Ibu Lia Tono Suratman, Ketua Bidang HLN Ibu Uli Silalahi, Ketua Bidang Humas Ery Simanjuntak, Sekretaris Jenderal Kowani Ibu Titien Pamudji da Wasekjen Ibu Atiek Sardjana diterima di Ruang Tamu Utama, Kantor Menteri Luar Negeri, Jakarta Pusat, Selasa, (10/7/2018),

Sementara Menteri Luar Negeri Ibu Retno Marsudi didampingi Direktur Jenderal Informasi dan Diplomasi Publik Bapak Cecep Herawan dan stafnya yaitu Bapak Azis.

Dalam kesempatan itu, Kowani menyampaikan undangan kepada Menteri Luar Negeri RI sebagai narasumber pada kegiatan GA ICW yang akan dilaksanakan pada13-18 September 2018 di Yogyakarta. Kowani juga Mohon arahan dan pendampingan  untuk tamu VVIP pada kegiatan tersebut yang juga merupakan tamu negara RI sesuai protokol negara yang berlaku.

Sementara itu Menteri Luar Negeri memberi beberapa arahan antara lain bahwa Kemenlu akan memberikan pendampingan protokoler sesuai ketentuan yang berlaku, Kowani dapat bekerja sama dengan protokol Kementerian Luar Negeri untuk pendampingan pada kedatangan tamu VVIP negara sahabat. Sedangkan untuk substansi kegiatan, Kowani diminta agar berkoordinasi dengan bagian PELH (Pembangunan Ekonomi dan Lingkungan Hidup).

Kementerian Luar Negeri akan mengikuti peraturan dari ICW sebagai penyelenggara kegiatan dan Pemerintah Indonesia sebagai tuan rumah akan mendukungnya, antara lain dengan pemberian Visa bagi peserta dari negara yang tidak mempunyai hubungan diplomatik dengan Indonesia.

Sedangkan untuk kegiatan yang menghadirkan Presiden, Kowani agar berkoordinasi dengan Protokol Kepresidenan.

Pada akhir arahannya Menteri Luar Negeri menyampaikan permohonan maaf tidak dapat menghadiri kegiatan GA-ICW tersebut karena sudah ada kegiatan terjadwal dengan beberapa negara. (red/Jay)