BATAN Bersama PT Timah Tbk Lakukan Ekplorasi Mineral Tanah Jarang

JAKARTA, theindonesiatimes – Kepala Pusat Teknologi Bahan Galian Nuklir Batan Yarianto Sugeng Budi Susilo mengatakan Batan melakukan eksplorasi kandungan mineral tanah jarang di Mamuju, Sulawesi Barat bersama PT Timah Tbk.

Yarianto menjelaskan kegiatan eksplorasi ini berlangsung sejak tahun 2013 dan masih berlangsung saat ini dan pada tahun ini, PT Timah menjadi mitra dalam melakukan eksplorasi namun demikian belum dapat dipastikan berapa sumber daya maupun cadangan logam tanah jarang (LTJ) yang ada di lokasi tersebut.

“Diperkirakan wilayah tersebut memiliki hampir ke tujuh belas unsur logam tanah jarang, terutama yang diprediksi terbesar adalah lantanum sebagai bahan baku baterai mobil listrik,” kata Kepala Pusat Teknologi Bahan Galian Nuklir Batan Yarianto Sugeng Budi Susilo di kantor BATAN Lebak Bulus Jakarta Selatan, Rabu (16/10).

Lebih lanjut Yarianto mengakui bahwa melakukan eksplorasi membutuhkan waktu lama karena proses yang diperlukan masih panjang. Saat ini, penambangan masih dilakukan pada kedalaman 3 hingga 4 meter.

Dijelaskannya eksplorasi dilakukan mulai dari studi geologi mengenai prospek wilayah, melakukan pengujian radiasi gama, pemetaan struktur geologi meliputi sejarah wilayah, survei geofisika, hingga pengeboran.

“Hingga saat ini pihaknya baru menemukan sumber daya tereka yang perlu pengujian lebih lanjut untuk memastikan kandungan logam tanah jarang di wilayah tersebut. Setidaknya dengan sumber daya tereka, masih ada kesalahan sebesar 30% hingga 40% dalam membuktikan kandungan sumber daya logam tanah jarang tersebut,” ungkapnya.

Sementara itu Kepala Badan Tenaga Nuklir Nasional (BATAN) Anhar Riza Antariksawan mengatakan didalam pemaparannya bahwa BATAN telah melakukan macam kegiatan didalam bidang daur bahan nuklir sejak penambangan sampai kemudian penyimpanan limbahnya.

“Diantara itu ada cerita bahwa kita sudah bisa juga membuat bahan bakar reaktor sendiri yang kita gunakan di serpong selain itu kita juga bisa membuat batang kendali baik untuk reaktor di Serpong dan Bandung,” tutur Kepala BATAN. (Ivan)