Bekraf Berikan Pelatihan Animator Lokal Berptestasi

unnamed

JAKARTA, theindonesiatimes - Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) meluncurkan KATAPEL 2018. Ini adalah program pelatihan pemasaran lisensi Intellectual Property (IP) atau hak milik gagasan suatu karya kepada para pelaku kreatif. Khususnya ditunjukan pada kreator di bidang animasi, film, komik, games, dan visual lainnya.

Program yang baru pertama kali diadakan ini, didasari oleh masih rendahnya pemahaman pelaku kreatif di Indonesia terhadap pemasaran IP. Padahal, daya jual IP sangat tinggi untuk pendapatan sang kreator maupun kontribusinya terhadap ekonomi negara.

“Dengan KATAPEL ini, kami berharap supaya perkembangan sektor ekonomi kreatif kita bisa mengarah ke sektor kapitalisasi dan monetizing intellectual property rights. Apalagi di era bisnis global terbuka seperti ini memungkinkan distribusi yang luas,” kata Wakil Kepala Bekraf, Ricky Joseph Pesik di konferensi pers KATAPEL 2018 di Djakarta Theater XXI, Jakarta Pusat, Senin (8/10).

Jika kita lihat data, pada 2016 saja, pendapatan negara dari sektor ekonomi kreatif mencapai Rp922,59 triliun. Pendapatan terbesar datang dari bidang kuliner, fashion, serta kerajinan. Dengan demikian, upaya mendorong kepemilikan hak paten para pelaku kreatif menjadi semakin penting. Ricky mencontohkan bagaimana pendapatan IP di industri Hollywood di Amerika Serikat yang sukses penjualannya di pasar internasional baik dalam bentuk karya film, musik, dan official merchandise.

Program ini akan dilakukan dalam tiga tahap pelatihan dan seleksi portofolio. Dari seluruh peserta yang mendaftar, sedikitnya hanya 50 peserta terpilih yang akan mengikuti pelatihan KATAPEL selama enam bulan.

Di setiap tahap, peserta diberi kesempatan mendapatkan ilmu dari pembicara yang adalah para profesional yang telah bekerja dengan perusahaan internasional. Bekraf menggandeng Asosiasi Industri Animasi dan Kreatif Indonesia (AINAKI) dan konsultan IP kreatif, Danumaya Dipa. Para pemateri antara lain: Director of Merchandising Asian Games Indonesia, Mochtar Sarman, Direktur Medialink Animation Ltd. untuk Asia Tenggara, Bambang Sutedja, serta Direktur Animation International untuk Asia Tenggara, Helena Irma Tegoeh.

Selain itu peserta juga akan dipertemukan dengan para pebisnis profesional. Sehingga dapat berdiskusi, mendapatkan link, ataupun kemungkinan bekerjasama.

Pada tahap terakhir, 5 peserta terpilih akan dibimbing secara eksklusif untuk mengembangkan strategi komersialisasi IP mereka, dan akan dibawa mengikuti acara trade show berskala internasional. Sementara sisa 45 peserta lainnya yang tak terpilih hingga final, rencananya akan disiapkan untuk menampilkan karya mereka di eksibisi dalam negeri.

“Apa pun hasil karyamu, bagus atau tidak bagus, daftarkan saja. Kita tidak pernah tahu. Kalau kita lihat, karya-karya yang sukses hampir tidak bisa ditebak. Daftar saja, toh tak ada ruginya,” kata Bambang menyemangati para kreator kreatif.

Program KATAPEL 2018 ini laksanakan secara gratis. Pendaftaran dibuka sejak 8 Oktober hingga 17 Oktober mendatang melalui website www.katapel.id.