Buku “Leaders of a New Planet” tentang Refleksi Perjalanan Kepemimpinan Indonesia

JAKARTA, theindonesiatimes – Menyambut hari pahlawan yang jatuh setiap tanggal 10 November, Dayalima meluncurkan buku “Leaders of a New Planet.” Buku ini ditulis oleh tiga direktur PT Daya Dimensi Indonesia, bagian dari Dayalima Family, yaitu Ketut Saguna Narayana, Rainier “Rene” Turangan, dan Yuri Yogaswara. Peluncuran buku dihadiri oleh Bambang P. S Brodjonegoro Menteri Riset dan Teknologi dan Kepala Badan Riset Inovasi Nasional, sebagai keynote speaker.

“Peluncuran buku Leaders of a New Planet” wujud syukur kami atas 21 tahun bakti Dayalima di Indonesia. Tujuannya untuk meyakinkan generasi muda bahwa pentingnya mengenal diri sendiri sebagai langkah awal membangun kepemimpinan,” ujar Rene Turangan selaku Direktur Daya Dimensi Indonesia, pada Jumat (8/11/2019) di kantornya di bilangan Mega Kuningan Jakarta.

Selanjutnya, Rene menjelaskan buku ini juga memberikan riset hasil assessment yang dilakukan kepada lebih dari 30 ribu pemimpin selama 10 tahun terakhir. Di antaranya, profil top leaders Indonesia dan gaya kepemimpinan yang terbukti efektif untuk berbagai industri

Hal senada dikatakan Yuri Yogaswara, selaku Presdir PT Daya Dimensi Indonesia dalam diskusinya mengatakan bahwa buku Leaders of a New Planet menceritakan tentang refleksi perjalanan kepemimpinan Indonesia, dari era perjuangan sampai dewasa. “Buku ini memaparkan tentang Leadership Model yang merinci bagaimana pemahaman akan makna dan nilai hidup seseorang,”

“(leadership grit: clarity of purpose and values) dipadu dengan kejelasan dan keselarasan karakter dan sikap kepemimpinan (leadership being) akan menjadi tindakan dan keputusan yang tepat sasaran (leadership actions),” jelas Yuri.

Selain itu buku ini juga merupakan proyeksi kepemimpinan yang dibutuhkan di masa kini dan masa depan. Prinsip Leaders of a New Planet mendukung visi Indonesia 2045 dan empat pilar pembangungan nasional. Dayalima percaya bahwa salah satu kunci untuk mewujudkan Indonesia yang bersatu, berdaulat, adil, dan makmur adalah memajukan sumber daya manusia yang mampu berpikir kritis dan berinovasi.

Para penulis yang hadir berdiskusi dengan empat pembahas buku dari latar belakang yang berbeda-beda: Kemal Imam Santoso (Direktur Keuangan dan Investasi, BPJS Kesehatan), Nicko Widjaja (CEO, BRI Ventures), Judhi Kristantini (Pendiri, Saya Perempuan Anti Korupsi (SPAK), dan Billy Mambrasar (Pendiri dan CEO, Yayasan Kitong Bisa).

“Agar menjadi bermakna, setiap individu harus menempatkan leadership sebagai titik tumpu utama dalam pendidikan karakter, bukan hanya untuk para pemimpin negara, namun juga tiap tingkatan masyarakat. Dimulai dari keluarga sebagai unit terkecil masyarakat,” pungkas Ketut Saguna, Associate Director Daya Dimensi Indonesia. (Karmila)