Depok Harus Maju Ditangan Sosok Muda Progresif untuk Pembaruan

(Ki-Ka) : Presiden Pemuda OKI, Syafi'i Efendi, Pimpinan Ilyas Indra Center, Dr. Ilyas Indra, saat Temu Media di Hotel Bhumi Wiyata Kota Depok. (Foto: Ojay)
(Ki-Ka) : Presiden Pemuda OKI, Syafi’i Efendi, Pimpinan Ilyas Indra Center, Dr. Ilyas Indra, saat Temu Media di Hotel Bhumi Wiyata Kota Depok. (Foto: Ojay)

DEPOK, theindonesiatimes – Depok menjadi kota transisi dengan begitu banyak aktivitas warganya yang diketahui sebagian besar bekerja di Jakarta, tentunya membutuhkan percepatan dalam merubah Kota Depok sebagai kota penyangga ibukota, Jakarta.

Terkait dengan percepatan pertumbuhan perekonomian dan infrastruktur hingga kepada Sumber Daya Manusia (SDM), banyak kalangan terutama generasi muda membutuhkan pemimpin yang memiliki program pembangunan dan percepatan. Hal ini terungkap dalam diskusi Celoteh Kopi Sore yang diselenggarakan oleh Ilyas Indra Center dan Beranda Mas Towels, di Hotel Bhumi Wiyata Kota Depok, (25/7/2019).

“Kita di tahun 2020 (warga Depok) bisa memiliki pemimpin yang bisa memberikan spirit untuk memajukan Kota Depok,” ungkap Pimpinan Ilyas Indra Center, Dr. Ilyas Indra, di sela-sela diskusi.

Dr. Indra menambahkan, di Depok banyak aspek yang menjadi tolak ukur memajukan kota salah satunya pemerataan pembangunan. Saat ini tata rencana pembangunannya belum tertata secara rapi. Kalau sudah level kota, tata ruang kotanya merupakan bagian yang harus dilakukan oleh pemimpinnya.

“Saat ini Depok belum melakukan itu, dia (pembangunan Depok) masih tersentral di satu titik. Selain itu Depok belum memiliki Rumah sakit yang berkelas. Kalau BPJS kemarin tidak dibantu rumah sakit di luar pemda tentu akan merepotkan masyarakat (mendapatkan layanan kesehatan-red). Untungnya kita ada rumah sakit Bhayangkara dan rumah sakit lainnya yang menerima BPJS. Sehingga, infrastruktur lulusan kesehatan bermasalah,” paparnya.

“Jadi memang dibutuhkan konsep untuk membangun kota yang cukup panjang dan dibutuhkan pemimpin baru yang bisa membuat rancang itu dengan semua aspek,” tambahnya.

Terkait sosok pemimpin muda, Syafi’i menegaskan, tentunya sosok muda Depok dapat berkontribusi untuk pembangunan kota Depok. Sudah saatnya anak-anak muda diberi panggung dan diberi kewenangan untuk menjadikan Kota Depok menjadi leading.

“Butuh keberanian. Butuh kebijaksanaan untuk melihat potensi yang ada di anak-anak muda khususnya untuk Depok. Dan secara pribadi saya mendukung program-program dari Dr. Indra yang terus berkontribusi dan memikirkan bagaimana ke depannya,” tegasnya.

Sementara itu, Presiden Pemuda OKI Syafi’i Efendi menjelaskan, dalam logika Politik bagaimana mengelola gelombang. Siapa yang mampu membuat gelombang dan mempertahankan sampai dihujungnya akan memenangkan pertandingan.

“Saya tahu perkembangan kota ini bisa berkembang tetapi perkembangannya tidak sempurna. Ini tanggung jawab kita Depok merupakan kota strategis. Sayang kiranya walikota Depok, tidak seterkenal dengan pemimpin di Kota lain. Bagi saya pemimpin sejati adalah pemimpin yang bisa berkontribusi,” tambahnya.

Lebih jauh Syafi’i memaparkan, sebagai pemimpin pertama harus progresif. Kedua, harus punya energi yang kuat, karena jutaan orang yang dipimpinnya membutuhkan kekuatan leadership yang bukan hanya bicara tentang kelompok, tetapi tentang seseorang yang memiliki daya nalar yang sangat-sangat tinggi untuk menggerakkan orang lain. Itu sebagai level tertinggi yang dinamakan level inspiration.

“Jadi idealnya adalah dia punya progresif action yang tidak bisa terkotak-kotak. Kemudian dia harus punya energi baru yang diperbaharui. Dia tidak bisa kaku, karena kota Depok ini dekat dengan Jakarta yang tingkat perubahan itu sangat cepat. Jadi kalau orangnya kaku kotanya akan tertinggal,” pungkasnya. (Jay)