Ditpolairud Polda Sumut Tangkap Dua Kapal Asing Pencuri Ikan di Zona Perairan Indonesia

BELAWAN, TheIndonesiaTimes – Kedua kapal ikan itu berbendera Malaysia ini masuk ke ZEE Indonesia di Perairan Selat Malaka ,i ditangkap oleh Kapal Patroli (KP) Antareja – 7007, Jumat (22/5) sekira pukul 04.00.Senin 25/5

Kedua kapal ikan bernama PKFP 898 yang dinahkodai oleh Tuntun ,30, berkewarganegaraan Myanmar dan PKFP 1774 dinahkodai oleh Thein Pa ,55, berkewarganegaraan Thailand.

Dirpolairud Polda Sumut dibawah komando Kombes Pol Roy Sihombing mengatakan penangkapan kedua kapal nelayan asing berbendera Malaysia ini bahwa penangkapan bermula saat KP. Antareja -7007 melakukan patroli di Perairan ZEE Indonesia tepatnya di Selat Malaka Sumatera Utara mendeteksi ada 2 Kapal Asing melakukan tindak pidana Ilegal Fishing, kemudian Ship Thundrer KP. Antareja – 7007 dikerahkan untuk mendekati 2 kapal tersebut.

“Ship Thunder KP. Antareja – 7007 langsung dikerahkan dan berhasil mengamankan kapal pertama (kapal FKFB 898) di posisi 04 32′ 140″ U – 99 20′ 472 T,” ujar Kombes Roy Sihombing didampingi Kasubdit Gakkum AKBP Jenda Sitepu dan Komandan Kapal Antareja 7007, Ditpolair Korpolairusld Baharkam Polri Kompol Yefri Dickson Ndolu S. Sos, M.Si, Minggu (24/5).

Kombes Roy Sihombing menambahkan, selanjutnya Ship Thunder KP. Antareja – 7007 mengamankan kapal kedua yaitu kapal FKFB 1774 di posisi posisi 04 33′ 644″ U – 99 21′ 638″ T.

Kedua kapal ikan yang diamankan melakukan pencurian ikan sebanyak 1,7 ton ikan hasil ilegal fishing, dokumen kapal, perlengkapan navigasi dan tersangka yang merupakan warga negara asing”, terang Kombes Roy Sihombing.

Petugas penyidik Gakkum Ditpolairud Polda Sumut langsung melakukan gelar perkara bersama PSDKP Sumut untuk melengkapi berkas penyidikan.

Kemudian menyerahkan hasil tangkapan untuk penyidikan lebih lanjut ke PSDKP Stasiun Belawan sesuai dengan UU No 45 tahun 2009 tentang perikanan sebagaimana kewenangan yang dimiliki oleh PSDK.

Atas perbuatannya itu,mereka dijerat dengan pasal 92 Jo pasal 93 ayat (2),Jo pasal 85 UU RI No.45 tahun 2009 tentang perubahan atas UU RI No 31 tahun 2004 tentang Perikanan.

Sebagai barang bukti dari kapal PKFB 898 petugas mengamankan dokumen kapal, GPS, radio, kompas dan ikan campur sebanyak 1,5 ton. Sedangkan dari kapal PKFB 1774 sebagai barang bukti dokumen kapal, GPS, radio, kompas. (Binsar Simatupang)