Jelang Hari Raya Qurban Adara Relief Luncurkan Program Qurban Untuk Palestina

 

Nurjanah Hulwani (jilbab putih)  (foto: istimewa)
  Ketua Adara Relief Internasional Nurjanah Hulwani (jilbab putih) bersama rekan (foto: istimewa)

JAKARTA, theindonesiatimes – Sebentar lagi umat Islam di seluruh dunia akan merayakan hari raya qurban, oleh karena itu Adara Relief International kembali mengajak para muhsinin dan seluruh umat Islam Indonesia untuk berpartisipasi dalam program Qurban Barokah 1440 H.

Terkait hal itu komunitas binaan Adara, selain memperkuat terus ikatan silaturahim para pencinta Palestina, di momen halal bi halal Syawal 1440 H Adara juga melaunching “Program Qurban Barokah Idul Adha 1440 H”, pada Sabtu (22/6/2019) di kantor Adara Relief International di Warung jati Jakarta Selatan.

Ketua Adara Relief Internasional Nurjanah Hulwani menegaskan, “Bagi kami qurban bukan hanya sebagai saksi kelak di hari akhir namun juga bernilai lebih dengan bertambahnya keberkahan dalam kehidupan kita karena berqurban bagi saudara-saudara Palestina kita di negeri yang diberkahi,” ungkapnya.

Nurjanah Hulwani juga mengingatkan bahwa pelaksanaan ibadah qurban sangat tinggi nilainya. Nurjanah mengutip sebuah hadist yang diriwayatkan Bukhari, “Tidak ada hari-hari, di mana amalan shaleh di dalamnya lebih dicintai Allah daripada (amalan shaleh) di 10 hari pertama (bulan Dzulhijjah). Para Sahabat bertanya: Apakah termasuk jihad di jalan Allah? Beliau bersabda: Ya, termasuk jihad (yang dilakukan di luar 10 hari tsb), kecuali orang yang pergi (berjihad) dengan nyawa dan hartanya, dan dia tidak kembali lagi.”

Selanjutnya kata Nurjanah, bukan hanya dimensi iman yang terdapat dalam ibadah qurban namun juga dimensi sosial untuk peduli sesama. Meski ada tuntunan hendaknya yang berqurban menyaksikan dan menyembelih hewan qurbannya, namun ada kondisi tertentu hewan qurban kita kirimkan untuk orang-orang yang jauh lebih membutuhkan. Seperti untuk saudara-saudara kita di Palestina.

“Perjuangan mereka di garis terdepan pertahanan Umat Islam membela Masjidil Aqsa dan tanah yang diberkahi, membuat mereka berada dalam tingkat kehidupan teramat sulit. Tidak ada pilihan bagi umat Islam di belahan bumi lainnya kecuali membantu dan peduli terhadap mereka,” ucapnya. (Karmila)