Jelang Pemilihan Ketua Umum ILUNI UI, Arief Budhy Hardono: Ketum Bagi Seluruh Alumni UI

Arief Budhy Hardono Ketua ILUNI UI (tengah) berfoto bersama dengan Ketua ILUNI UI SPs Auderey Tangkudung (kanan) dan Sekjen SPs Banyu Guswit (kiri)
Arief Budhy Hardono Ketua ILUNI UI (tengah) berfoto bersama dengan Ketua ILUNI UI SPs Auderey Tangkudung (kanan) dan Sekjen ILUNI UI SPs Banyu Guswit (kiri)

JAKARTA, theindonesiatimes – Ikatan Alumni Universitas Indonesia (ILUNI UI) akan segera menyelenggarakan pemilihan ketua umum yang baru untuk periode 2019-2022. Dan menjelang masa pemilihan, Ketua Umum ILUNI UI Arief Budhy Hardono mengatakan siapapun kandidat yang terpilih nantinya bisa menjadi ketua umum bagi semua alumni UI. Dan ia berharap setiap fakultas yang ada di Universitas Indonesia bisa turut serta ikut di dalam bursa pemilihan ketua umum alumni UI yang baru.

“Harapannya yang nantinya terpilih, Ketua Umum ILUNI UI yang baru adalah ketum bagi seluruh alumni UI yang jumlahnya hampir 500 ribu orang. Apabila ketum yang terpilih adalah ketum bagi 500 ribu alumni nah tentunya konsep connectivity, services dan legacy itu akan lebih akseleratif. Makin banyak kandidat maka akan semakin baik. Bahkan justru setiap fakultas kalau bisa harus mencalonkan calon ketumnya. Tujuannya adalah mendorong awareness alumni fakultas untuk ILUNI UI. Karena pada akhirnya memang ILUNI UI itu bisa jalan dengan kepemimpinan dengan konsep engagement bersama dengan alumni, komunitas, unit kegiatan, wilayah, chapter dan fakultas,” harap Arief.

Arief yang menjabat sebagai Ketua Umum ILUNI saat ini menjelaskan bahwa dibawah kepengurusannya semua kegiatan yang dilakukan oleh alumni UI memiliki 3 konsep. Dan UI Connect menjadi salah satu hasil yang dicapai dari ketiga konsep tersebut.

“Kepengurusan kami itu dari tahun 2016-2019. Jadi konsep dari kegiatan yang ikatan alumni UI lakukan selama 3 itu adalah di tahun pertama konsepnya adalah Connectivity, tahun kedua konsepnya adalah Services dan tahun ketiga konsepnya adalah Legacy. Tahun pertama konsepnya Connectivity artinya adalah ikatan alumni UI berusaha untuk mengkonek alumni UI yang tersebar di seluruh Indonesia dan mancanegara. Konsepnya bukan hanya secara fisik tapi juga secara digital, jadi proses Connectivity itu kami menghasilkan sebuah apps Connectivity alumni UI yang jumlahnya hampir 500 ribu itu dengan nama UI Connect. Tahun kedua Connectivity terus dilanjutkan, namun di tahun kedua kami sudah siap dengan konsep Services kepada alumni, almamater dan bangsa. Konsep Services itu kami lakukan melalui services kepada mahasiswa berupa UI Excellent, kegiatan mendapatkan mahasiswa terbaik dengan memberikan award, kemudian juga mendukung kegiatan-kegiatan alumni diseluruh wilayah dengan program-program yang sebetulnya memberikan impact langsung maupun tidak langsung. Tahun ketiga konsep Legacy adalah sebuah konsep yang kami ciptakan untuk menjadi legacy bagi alumni UI dan UI itu sendiri. Konsep-konsep legacy itu diantaranya adalah UI Connect itu sendiri kemudian kegiatan-kegiatan yang menggunakan nama UI seperti UI Marathon, UI Excelent dll. Sehingga memang selama 3 tahun ini kegiatan itu terus berlanjut dari sisi kegiatan sosial, budaya, ekonomi, politik. Jadi secara keseluruhan selama 3 tahun ini kami sudah meletakan dasar-dasar organisasi ke alumnian yang harapannya bisa dilanjutkan oleh ketua umum yang nantinya akan terpilih pada pemilihan mendatang,” jelas Ketua Umum ILUNI UI Arief Budhy Hardono kepada Theindonesiatimes di kampus UI Salemba, Jakarta Pusat, Senen (8/7).

UI Connect yang merupakan sebuah platform aplikasi berjejaring sosial yang dibuat oleh ILUNI UI bagi para alumninya ini memiliki konsep identitas tunggal alumni UI. Sebuah aplikasi yang menjadi salah satu program unggulan dari Arief Budhy Hardono yang juga menjabat sebagai Direktur PT. Pioneer Beton Indonesia dan Direktur Citra Margatama Surabaya.

“UI connect adalah sebuah apps Connectivity alumni UI yang sebetulnya sangat mudah karena database alumni UI saat ini jumlahnya kurang lebih 189 ribu tetapi databased yang diberikan oleh UI melalui DPKHA kepada kami kurang lebih sekitar 90 ribu. Dan dari 90 ribu ini memang sudah hampir masuk dan menjadi anggota UI Connect itu lebih kurang 10 ribu. Sebetulnya cara masuk untuk menjadi anggota di UI Connect tidak sulit ya mungkin bisa di akses melalui apps nya dengan data-data yang menurut kami mudah karena semua alumni UI kan punya nomor pokok mahasiswa (NPM) kemudian data-data yang mendukung bahwa yang bersangkutan memang lulusan dari UI,” terangnya.

Dan menjelang masa pemilihan Ketua Umum ILUNI UI yang akan dilakukan pada tanggal 25 Agustus 2019, mantan Ketua Senat Mahasiswa Fakultas Teknik UI ini mengatakan bahwa dirinya enggan untuk kembali ikut mencalonkan diri sebagai ketua umum alumni UI yang baru.

“Memang banyak masukan, tetapi ILUNI UI adalah mengenai publik partisipasi. ILUNI UI adalah mengenai alumni UI partisipasi. Saat alumni UI sudah cukup banyak berpartisipasi sebetulnya bagaimana ILUNI UI terus menghasilkan pemimpin-pemimpin baru yang akan menjadi bagian dari generasi dan regenerasi. Memang tidak akan terlihat apabila hanya melihat 1 generasi, tapi generasi ke generasi itu akan terlihat menjadi sebuah generasi yang snow bowling impactnya makin lama makin besar ke depan. Harapan saya kedepan tentunya ILUNI UI ini akan semakin besar kapasitas Connectivity nya, semakin besar kualitas Connectivity dan kontribusinya agar bisa memberikan impact terhadap konsep services kepada alumni, almamater, bangsa dan konsep legacy yang akan diberikan oleh ILUNI UI ke setiap generasinya,” katanya.  (Santi)