Ketua Sapuhi Desak Pemerintah Batalkan Penunjukkan Dua Unicorn Kelola PPIU

Ketua-Umum-Sapuhi-Syam-Resfiadi

JAKARTA, theindonesiatimes – Ketua Umum Sarikat Penyelenggara Umrah Haji Indonesia (Sapuhi), Syam Resfiadi meminta kepada pemerintah untuk tidak terlalu terburu-buru memberi izin operasional kepada perusahaan unicorn Indonesia sebagai perusahaan penyelenggara perjalanan ibadah umrah. Sebab, jika hal itu dilakukan terburu-buru tanpa memikirkan dampak yang akan ditimbulkan, bukannya mempercepat pertumbuhan ekonomi dan mengurangi angka pengangguran tapi sebaliknya akan menimbulkan dampak yang mengkhawatirkan.

“Karena hal ini dapat mematikan kelangsungan hidup perusahaan Penyelenggara Perjalanan Ibadah Umrah (PPIU) yang sudah ada dan tengah berkembang saat ini. Ada baiknya pemerintah justru memberikan subsidi teknologi digital sehingga perusahaan-perusahaan Penyelenggara Perjalanan Ibadah Umrah (PPIU) berizin resmi Kementerian Agama yang sudah ada saat ini dapat menjadi unicorn-unicorn baru Indonesia yang efektif, efisien dan modern,” ujar Syam Resfiadi ketika diminta komentarnya soal rencana Kemenkominfo menunjuk dua perusahaan unicorn Indonesia mengembangkan aplikasi penyelenggaraan umrah, Rabu sore, (29/05/2019).

Lanjut Syam, jangan dikasih kepada satu atau dua perusahaan unicorn. “Itu tidak adil. Sebab, nantinya bisa timbul monopoli penyelenggaraan umrah. Dampaknya ini tak baik,” tukas Syam.

Jadi, sambung dia, tolong Kementerian Agama dan Kementerian Komunikasi dan Informatika tidak mendukung pengembangan kerjasama aplikasi umroh antara pemerintah Indonesia dengan pemerintah Kerajaan Saudi Arabia yang hanya akan digarap buat 2 perusahaan unicorn saja.

“Tapi kami juga mau didukung pemerintah dan dibantu pemerintah untuk menggarap pengembangan aplikasi itu. Ayomi perusahaan-perusahaan PPIU yang ada, sehingga bisa menjadi unicorn-unicorn startup yang baru.

Jika ini bisa dilakukan, tentu, kami sangat berterima kasih sekali. Itu baru jempol. Sebab langkah ini sebagai wujud pertanggungjawaban pemerintah dalam mengeluarkan izin PPIU dan ikut memberikan pembinaan yang menyeluruh, sesuai dengan amanat UU nomor 8 tahun 2019 tentang Penyelenggaraan Ibadah Haji dan Umrah,” ujar pria yang sehari-hari juga sibuk memimpin armada Patuna Tour & Travel ini lagi. (rahmat/bs)