KOWANI Fair 2019 Tingkatkan Eksistensi Wanita Indonesia

JAKARTA, theindonesiatimes Mendorong peran wanita Indonesia untuk terus berkarya dan berdaya guna diyakini akan mampu menjadikan perempuan menjadi insan yang mandiri.

Tidak itu saja, peran sebagai Ibu Bangsa akan semakin nyata dan mampu menjadi kekuatan bangsa yang luar biasa.

Guna mengejawantahkan hal tersebut, untuk ke-18 kalinya, Kongres Wanita Indonesia (Kowani) mengadakan Kowani Fair 2019 di Gedung Smesco, Jakarta, Kamis (4/4/2019).

Tema sentral yang diusung adalah ‘Dengan Semangat Ibu Bangsa Kowani Mempersiapkan Generasi Masyarakat Industri 4.0’.

Dr. Ir. Giwo Rubianto Wiyogo, M.Pd berdama Ony Jafar Hafsah Ketua Panitia Kowani Fair ke-18, tahun 2019

Dalam sambutannya, Dr. Ir. Giwo Rubianto Wiyogo, M.Pd., mengatakan saat ini tantangan besar wanita Indonesia adalah bagaimana mempersiapkan generasi masyarakat di era industri 4.0.

“Melalui Kowani Fair ini, kami ingin menggelorakan kembali semangat wanita Indonesia dalam perannya sebagai Ibu Bangsa,” ujar Giwo Rubianto.

Giwo menambahkan, Kowani Fair 2019 diadakan sebagai upaya organisasi yang dipimpinnya membantu mempromosikan produk-produk kreatif yang dihasilkan para pengusaha wanita Indonesia.

“Selain itu, sebagai bentuk komitmen Kowani meningkatkan jejaring pengusaha wanita Indonesia. Diharapkan para pengusaha wanita Indonesia memiliki jejaring yang solid dan saling mendukung di pasar nasional untuk menuju pasar global,” ujarnya.

Ditambahkannya, tujuan utama diadakannya perhelatan ini untuk membantu para anggota, juga binaan Kowani, para pengusaha wanita untuk memasarkan produknya.

Kowani Fair 2019 membuka 120 stand bagi pengusaha wanita Indonesia yang sebagian besar diikuti oleh organisasi anggota Kowani. Berbagai produk mulai dari fesyen, perhiasan, perlengkapan shalat, sembako, buah-buahan, produk olahan hingga kuliner tersedia di event ini.

“Ini adalah ajang pameran dan bazaar produk kreatif Indonesia yang terbukti mampu menciptakan jalur komunikasi antara produsen, penjual dan pembeli untuk melakukan kerjasama maupun transaksi jual beli,” katanya.

Tidak heran, sejak pertama digelar tahun 2000, Kowani Fair terus diminati pengusaha wanita Indonesia. Mereka tidak hanya berjualan produk. Mereka juga memanfaatkan Kowani Fair untuk menjajaki kerjasama dengan pengusaha lain, juga dengan pengunjung.

“Kowani Fair dan berbagai kegiatan Kowani kami gelar untuk mendedikasikan diri kepada para pendiri Kowani, para pejuang yang telah mencetuskan ide dan konsep Ibu Bangsa,” tambah Giwo.

Menurut Giwo, Kowani yang kini telah menjadi organisasi federasi terbesar di dunia dengan 91 organisasi perempuan sebagai anggota, tidak terlepas dari perjuangan para foundhing mother, pendiri Negara, para pahlawan perempuan Indonesia.

Sementara itu Hj. Ony Jafar Hafsah, Ketua Panitia Kowani Fair 2019 mengatakan, era digitalisasi 4.0 telah membawa konsekuensi hampir di semua lini kehidupan. Tidak terkecuali lini perdagangan dan bisnis.

“Jika dulu orang harus pergi ke toko, ke mal atau ke pasar untuk mendapatkan barang yang diinginkan, untuk belanja, maka sekarang sudah tidak perlu lagi,” urainya.

Teknologi informasi memberikan kecenderungan orang untuk berbelanja melalui online. Akibatnya sebagian besar pasar, toko dan pusat perbelanjaan lebih sepi dibanding era sebelumnya.

“Jadi tidak benar tutupnya mal, toko atau sepinya pusat perbelanjaan karena daya beli masyarakat yang turun. Sejatinya itu lebih banyak dipengaruhi oleh gaya belanja masyarakat yang serba online,” tambahnya.

Kondisi tersebut, lanjutnya, tentu harus diantisipasi oleh pengusaha perempuan Indonesia. Bahwa mereka dituntut untuk melek teknologi, memanfaatkan teknologi untuk mendongkrak usahanya.

Selain itu, terdapat pula produk-produk unggulan dari UKM binaan BUMN, Perbankan, Binaan Asosiasi, Himpunan dan gabungan pengusaha.

Selama 4 hari berlangsung, Kowani Fair 2019 yang dimeriahkan pula dengan peragaam busana, talkshow dan berbagai kegiatan menarik lainnya, ini ditargetkan dikunjungi 5.000 pengunjung dengan nilai transaksi lebih dari Rp10 miliar.

Dalam kesempatan tersebut Kowani juga mendatangani kerjasama dengan Indonesia Healthcare Forum (Indo HCF) atau Komunitas Relawan Emergensi Kesehatan Indonesia (KREKI) dan PT Aldomoru selaku pemilik live streaming tv dengan nama produk AMTV dalam pembuatan dan pendistribusian Kowani TV.

Sumber: Innews.co.id