KPPPA Minta Perhatian Khusus Sekolah Dan Orangtua Terhadap Aksi Yang Melibatkan Anak

JAKARTA, theindonesiatimes – Deputi Tumbuh Kembang Anak Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KPPPA) RI, Lenny N Rosalin mengatakan aksi unjuk rasa bukan merupakan bentuk partisipasi anak yang diatur dan dilindungi oleh perundang-undangan. Oleh karena itu pihak sekolah, guru, dan orang tua tidak membiarkan anak-anaknya ikut aksi tersebut.

Menurut Lenny dalam kasus ini yang melibatkan anak-anak untuk ikut demonstrasi penolakan sejumlah rancangan undang-undang di DPR hanya ikut-ikutan saja tetapi sebenarnya tidak paham alasanya.

“Solidaritas antarteman dan pesan berantai yang mereka terima melalui perpesanan sekejap memprovokasi mereka untuk ikut unjuk rasa. Namun, tidak tahu alasannya,” tuturnya.

Sementara pada kesempatan ini pula, Ketua Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) Susanto mengatakan anak memang memiliki hak untuk menyampaikan pandangan dan pendapat, tetapi bukan melalui unjuk rasa atau demonstrasi.

“Karena dalam unjuk rasa atau demonstrasi bisa terjadi hal-hal yang membahayakan anak atau melanggar hak-hak anak,” kata Susanto.

Lebih lanjut Susanto mengatakan salah satu bentuk pelindungan anak adalah pelindungan dari potensi kerusuhan dan kekerasan. Karena itu, ketika menemukan ada ajakan kepada anak-anak untuk mengikuti aksi unjuk rasa, KPAI langsung mengimbau melalui media dan dinas-dinas pelindungan anak. (Ivan)