Naturalisasi Sungai Mendesak Demi Penyelamatan Mutu Air Dengan Pendekatan Budaya

Anggota Komisi B DPRD DKI Jakarta, Endah S Pardjoko saat sosialisasi Naturalisasi Sungai DKI Jakarta. (Foto: Ojay)
Anggota Komisi B DPRD DKI Jakarta, Endah S Pardjoko saat sosialisasi Naturalisasi Sungai DKI Jakarta. (Foto: Ojay)

JAKARTA, theindonesiatimes – Anggota Komisi B DPRD DKI Jakarta, Endah S Pardjoko mendukung proses naturalisasi sebagai langkah penyelamatan air bersih di Ibukota. Pasalnya cara naturalisasi tidak menimbulkan permasalahan baru ketimbang membenahi sungai dengan cara normalisasi.

“Sungai itu adalah sumber kehidupan bahkan sungai bisa menjadi daya tarik. Karena itu langkah penyelamatan air sangat penting mengingat kondisi air di sungai-sungai di Ibukota memprihatinkan. Seperti Kali Item yang belakangan ini menjadi sorotan karena airnya menimbulkan bau tak sedap. Karena itu langkah naturalisasi lebih baik ketimbang normalisasi,” kata Endah saat acara Gerakan Sahabat Perempuan Mendukung Program Naturalisasi Lingkungan di Jakarta Pusat, Jum’at (3/8/2018).

“Dengan langkah naturalisasi sungai tidak akan menimbulkan permasalahan baru. Naturalisasi lebih alami karena tidak merubah sungai. Penyelamatan air dilakukan dengan mengikuti kondisi sungai tersebut tidak seperti normalisasi yang bisa menimbulkan permasalahan baru karena dilakukan penyodetan dan turap,” terang politisi Partai Gerindra ini.

Menurut Endah,  Pemprov DKI bisa meniru negara lain, dimana sungai dan pemukiman warga tidak ada batasan. Akan tetapi hal tersebut tidak membuat sungai tercemar dan menimbulkan bau.

“Jadi harus dirubah stigma dan kesadaran masyarakat akan pentingnya sungai sebagai sumber kehidupan,” cetus Endah.

Terkait langkah Pemprov DKI yang berencana akan melakukan penyelamatan air di Ibukota, Endah mengimbau agar langkah tersebut tidak hanya dilakukan berdasarkan momentum.

“Kita berharap langkah penyelamatan air yang digaungkan Pemprov DKI Jakarta tidak bersifat politik praktis. Namun perlu keseriusan agar kondisi sungai lebih baik,” urai Endah.

Sementara Ketua Laskar Krukut Luhur (Laskaru), Aziz Kurniawan mengatakan, pihaknya sudah melakukan berbagai upaya untuk membuat jera masyarakat yang masih buang sampah ke sungai.

“Masalah untuk menyelamatkan air memang ada pada budaya dan penertiban. Seperti beberapa waktu lalu kita sudah berusaha. Bahkan wajah warga yang buang sampah ke sungai kalau sudah kita foto,” pungkas Aziz. (Jay)