Nurdin Idries Mencari Keadilan Melawan Arogansi Oknum Petinggi UIN

 1

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

JAKARTA – Aroma tak sedap merebak dari lingkungan UIN Syarifhidayatullah, Ciputat, Tangerang Selatan, Banten. Sejumlah oknum petinggi di kampus UIN tersebut diduga telah melakukan penyalahgunaan jabatannya, tujuannya menguasai lahan, aset dan kepengurusan Yayasan Perguruan Islam Triguna Utama pengelola lembaga pendidikan SMA, SMK Triguna Utama di kawasan Ciputat, Tangerang Selatan, Banten.

Puncaknya pada Januari 2018 silam sejumlah aparat Polres Ciputat, anggota Koramil dan satuan polisi pamong praja, Tangerang Selatan melakukan eksekusi lahan seluas 3.390 M2 serta bangunan sekolah dengan pengusiran paksa terhadap pendiri sekaligus pembina Yayasan Perguruan Islam Triguna Utama, Nurdin Idries yang juga mantan dosen senior UIN.

Pasca kejadian tersebut sejumlah dokumen berupa akte notaris pendirian yayasan, sertifikat tanah, surat-surat perizinan, buku rekening bank serta sejumlah uang milik yayasan yang berada dalam sebuah lemari besi ikut raib. Hingga kini lemari besi tersebut belum diketahui keberadaannya dan berada di pihak mana.

“Kedatangan kami untuk melaporkan adanya tindakan-tindak kriminal yang dilakukan oleh para oknum UIN dalam mengambil kesempatan momentum eksekusi untuk menyerobot yayasan dan mencuri sejumlah aset yayasan, mengingat  telah terjadi  kriminalisasi dan penyalahgunaan prosedur (eror on prosedural) menyangkut eksekusi lahan yang baru-baru ini dilakukan pihak oknum rektor, inisial DR,” ujar Nurdin Idries di Gedung DPR, Senayan, Jakarta.

Sejatinya kasus ini masih dalam proses persidangan Peninjauan Kembali di Mahkamah Agung (MA). Namun, selama dalam proses telah terjadi kriminalisasi dan tindakan melawan hokum. Laporan pengaduan ini telah disampaikan kepada Pimpinan DPR RI.

Lebih lanjut kriminalisasi yang dimaksud, yaitu DR dan kelompoknya yang nota bene para Intelektual, telah mengunakan  keterangan palsu, melakukan perampasan terhadap yayasan dan asset yayasan, memblokir  rekening bank, dan sebagainya yang tujuannya mengambil alih yayasan dengan cara-cara kriminal.

Nurdin Idries bersama kuasa hukumnya pada bulan Juli 2018 lalu telah melakukan melaporkan DR, MS sebagai oknum UIN ke Polda Metro Jaya atas pembuatan laporan palsu, penyerobotan, pengerusakan dan pencurian terhadap dokumen yang merupakan aset Yayasan Perguruan Islam Triguna Utama. (Jay)