Pelantikan Pengurus HIPMI Dihadiri Presiden RI

JAKARTA, theindonesiatimes – Hari ini Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) mengadakan acara pelantikan susunan pengurus HIPMI baru dengan masa bakti 2019-2022.

Dihadiri sejumlah pejabat tinggi negara, dalam pidatonya Ketua Umum HIPMI Mardani H. Maming mengatakan di era bonus demografi yang sedang dihadapi Indonesia, jika tidak dipersiapkan dengan matang maka negara tidak akan mendapatkan pengusaha-pengusaha muda yang handal.

“Menghadapi bonus demografi bisa menguntungkan dan bisa juga sebaliknya. Setiap negara dapat bonus demografi tapi kalau kita tidak mempersiapkan anak-anak muda ke depannya maka kita tidak akan mendapatkan pengusaha handal. Ini perlu dipikirkan oleh pemerintah dimana anak-anak muda bisa hadir di birokrasi, di eksekutif, dll,” kata Mardani.

Selain akan menghadapi bonus demografi dimana jumlah generasi milenial akan lebih banyak dari tahun-tahun sebelumnya, menurut Bahlil negara kita masih belum ramah terhadap investor asing yang ingin berinvestasi di Indonesia. Dan hal tersebut disebabkan lantaran permasalahan soal perijinan yang masih tumpang tindih di pemerintah.

“Baru kali ini pelantikan HIPMI dihadiri Presiden. Hampir semua investor dunia tau Indonesia. Ada banyak arogansi dan tumpang tindih di pemerintahan. Hal-hal seperti ini masih ada dan akan sulit buat investor untuk menginvestasikan uangnya di Indonesia. Saya berharap pak Presiden mau memberikan kesempatan kepada anak-anak muda dengan penunjukan langsung untuk proyek-proyek negara bisa dikerjakan oleh anak muda yang menjadi pengusaha bukan kepada pengusaha senior,” ucap Ketua Dewan Pembina HIPMI Bahlil Lahadila di acara Pelantikan Pengurus HIPMI 2019-2022 di Jakarta Selatan, Kamis (15/1).

“Saya akan menjawab apa yang menjadi keluhan pak Bahlil soal kemitraan pengusaha-pengusaha muda dengan BUMN dan investor asing kan disini menteri BUMN nya dari HIPMI. Saya minta agar jangan sampai pekerjaan di BUMN dikerjakan sendiri tapi diberikan porsi yang lebih besar kepada pengusaha-pengusaha anak muda yang terhimpun di HIPMI. Investasi sudah masuk ke dalam tapi kita tidak melayani dengan baik soal ijin di kabupaten, kota dan pemerintah semuanya tumpang tindih. Dan dalam minggu ini kita akan selesaikan ini, 74 UU akan langsung kita mintakan ke ombuslaw dan DPR. Jika ini bisa diselesaikan maka dapat mempercepat pertumbuhan ekonomi dan dunia usaha,” tandas Presiden RI Joko Widodo dihadapan ratusan undangan yang hadir.

Bertemakan Peningkatan kualitas SDM pengusaha muda Indonesia dalam menyambut era bonus demografi’ HIPMI mengungkapkan jika saat ini pihaknya tengah mengandeng mahasiswa yang ingin menjadi pengusaha dengan bantuan para konglomerat.

“Kita bangun HIPMI coffe dan HIPMI go to school dengan para konglomerat, kita enggak pakai uangnya pemerintah. Sekarang bukan lagi hanya teori tapi membuat praktik di kampus-kampus dan berikutnya kami bikin HIPMI Mart dengan mengandeng pak CT. Menurut saya dengan menumbuhkan enterpreneur baru maka perekonomian akan berkembang. Kata presiden ada regulasi yang mengatur bagaimana anak muda membuka kesempatan jadi pengusaha muda. Kalau itu tidak diatur dalam regulasi maka kita yang muda-muda tidak punya kesempatan. Misalnya dalam hal pelelangan, kita tidak akan menang dari pengusaha yang sudah ada sebelumnya. Kita mau penunjukan langsung untuk proyek dibawah 200 miliar. Sehingga hal ini bisa membangun enterpreneur baru sekaligus juga mengurangi angka pengangguran,” tutup Mardani saat ditemui awak media usai pelantikan. (Danur Santi)