Penerus Kartini Masa Kini yang Penuh Inspirasi dalam Karya Nyata

Fashion Show mini karya Dhara Wyardhiati (foto: Karmila
Fashion Show mini karya Dhara Wyardhiati (foto: Karmila

JAKARTA, theindonesiatimes – Dalam rangka memperingati hari Kartini yang jatuh setiap tanggal 21 April, merupakan hari yang istimewa khususnya bagi kaum perempuan. Alasan itulah Synthesis Development menggelar Talkshow yang mengusung tema Jelita Berkarya pada Sabtu (07/04/2018) bertempat di Prajawangsa City Jakarta yang menghadirkan tiga tokoh wanita inspiratif Indonesia.

Tokoh wanita pertama diawali oleh Pendiri Yayasan Belantara Budaya Indonesia (2012) yaitu Diah K. Wijayanti, membuka sekolah tari dan musik tradisional yang dapat diikuti secara gratis. “Saya buat sekolah tari gratis awalnya dengan mendatangi sekolah paud dan RT/RW setempat, ada 100 anak yang mendaftar dan di minggu ke-2 ada 200 anak lalu saya meng-hier orang mengajarkan anak-anak,” ungkap Diah yang juga seorang fotografer dan jurnalis ini semangat.

“Lalu mendirikan sekolah angklung, dan gamelan Jawa, sekolah di Synthesis Kemang, di Prajawangsa City dan Cirebon. 12 Agustus besok akan buat flasmobh ini sudah tahun ke-4. Kita juga ada kegiatan seperti kecantikan, origami dan acara apapun gratis yang di support berbagai perusahaan.  Siswanya kini sudah ada 1428 orang, siapapun bisa bergabung dari usia 3 tahun sampai 70 tahun datang ke lokasi terdekat dan bawa kain tidak  dipungut bayaran (gratis),” kata Diah.

Kemudian tokoh kedua kehadiran dari Dhara Wyardhiati, selaku fashion desainer dan pemilik label clothing “Dhara” yang kerap mengangkat kain Nusantara, dalam bentuk batik maupun tenun, pada karyanya. Dirinya menegaskan bahwa, “Wastra Nusantara, kain tradisional Indonesia, merupakan warisan budaya zaman dahulu kala yang harus kita pelihara, harus kita jaga.”

“Saya tidak paham benar tentang filosofi batik, setelah berkecimpung bukan hanya filosofi saja dengan disesuaikan  jaman sekarang dan trend jaman sekarang. Tantangan saya disini bagaimana sebuah kain ini bisa dikutin ke perkembangan jaman. Bagaimana yang tradisional ini bisa dimix dan bisa dipakai tetap trendi dan modern,” ujar Dhara lugas.

Dhara pun menggelar fashion show mini yang menampilkan beberapa karyanya. Menurut dirinya “Jangan sampai punah, atau bahkan dicuri oleh negara lain. Kain tradisional Indonesia tak hanya cantik, tapi juga mampu tampil berkelas,” ucap Dhara bangga.

Talkshow yang bertema Jelita Berkarya yang menghadirkan ketiga tokoh wanita yaitu: Diah K. Wijayanti, Dhara Wyardhiati dan Fianty R. Gosal (foto: Karmila) ) 
Talkshow yang bertema Jelita Berkarya yang menghadirkan ketiga tokoh wanita yaitu: Diah K. Wijayanti, Dhara Wyardhiati dan Fianty R. Gosal (foto: Karmila)
)

Tokoh wanita berikutnya, yaitu Fianty R. Gosal, selaku Project and Operational Director Synthesis Development, turut membagi inspirasi lewat pengalamannya berkarier di dunia konstruksi properti yang notabene didominasi oleh kaum laki-laki. “Awalnya saya sempat merasa dipandang sebelah mata, tetapi seiring berjalannya waktu, itu bisa teratasi dengan bukti kinerja kita, yakni konsisten, tekun, disiplin, dan tegas. Ditambah kemauan untuk terus belajar, “papar Fianty yang sudah 25 tahun terjun di dunia konstruksi.

Meskipun banyak tantangan yang ditemui dalam perjalanan kariernya, Fianty pun punya kiat tersendiri dan dirinya berpesan jangan takut untuk melangkah. Kalau tujuannya benar, pasti bisa. “kita tidak jalan sendiri meski 96% pria bagaimana kita dengan tim bisa menjalin kerjasama dengan disiplin dan Tuhan pasti memberikan jalan, tidak usah takut jalani saja,” pesan Fianty optimis. (Karmila)