Presiden Jokowi Perintahkan: Cepat Belanjakan Anggaran!

JAKARTA, theindonesiatimes – Presiden Joko Widodo mulai waswas dengan potensi krisis ekonomi dunia akibat pandemi Covid -19, Dampaknya akan sangat berbahaya bagi ekonomi Indonesia.

Agar tidak terdampak semakin dalam, Jokowi berharap realisasi pertumbuhan ekonomi di kuartal III-2020 menjadi kunci pemulihan ekonomi nasional untuk keseluruhan tahun. Harapannya, di kuartal III Produk Domestik Bruto (PDB) tidak terkontraksi dan tetap bertumbuh sehingga akan mempercepat upaya pemulihan ekonomi domestik dari tekanan yang diakibatkan pandemi.

Agar hal ini bisa terjadi, Jokowi minta belanja pemerintah dikebut agar menjadi penggerak utama bagi perekonomian. Ia pun meminta agar regulasi yang berkaitan dengan belanja pemerintah dapat disederhanakan. 

“Saya minta semuanya dipercepat, terutama yang anggarannya besar-besar. Ini Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan ada Rp70,7 triliun, Kementerian Sosial Rp104,4 triliun, Kementerian Pertahanan Rp117,9 triliun, Polri Rp92,6 triliun, Kementerian Perhubungan Rp32,7 triliun,” kata Jokowi. 

Selain itu, Presiden mengingatkan, belanja pemerintah juga harus memprioritaskan produk-produk yang ada di dalam negeri.

“Misalnya di Kementerian Pertahanan, bisa saja di PT DI (Dirgantara Indonesia), beli di PT Pindad, beli di PT PAL. Yang bayar di sini ya yang cash, cash, cash. APBN (Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara), beli produk dalam negeri,” ujarnya.