PT Melon Indonesia Hadirkan 10 Mobile Games Terbaru Asal Korea Selatan

 

Parade tokoh games terbaru Korea Selatan, dipadati penggemarnya dalam ajang Global Game Expo (GCA) Expo 2018, di Summarecon Mall, Bekasi. (Foto: Ojay)
Parade tokoh games terbaru Korea Selatan, dipadati penggemarnya dalam ajang Global Game Expo (GCA) Expo 2018, di Summarecon Mall, Bekasi. (Foto: Ojay)

BEKASI, theindonesiatimes – GCA (Gyeonggi Content Agent) kembali menggelar Games Expo di Indonesia, tepatnya di Summarecon Mal Bekasi. Acara ini menjadi ajang unjuk gigi gim mobile besutan pengembang asal Korea Selatan.

Sekadar informasi, GCA merupakan organisasi yang menaungi kreator konten termasuk pengembang gim dari Provinsi Gyeonggi, Korea Selatan. Organisasi ini mirip dengan Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) di Indonesia.

Selain menampilkan sejumlah gim mobile asal Korea Selatan, GCA ternyata juga memiliki rencana untuk mengajak pengembang gim dua negara saling bertukar ilmu.

Untuk di Indonesia sendiri, GCA juga telah melakukan kerja sama dengan PT Melon Indonesia sebagai platform distribusi.

“Tidak hanya konten, kami juga ingin melakukan pertukaran sumber daya manusianya. Jadi, kami berencana mengajak developer di Korea Selatan mengunjungi Indonesia dan begitu sebaliknya,” tutur President GCA Oh Changhee saat konferensi pers di Bekasi, Sabtu (3/11/2018).

Melalui cara ini, para developer di Korea Selatan diharapkan dapat mengenal dan mengerti budaya Indonesia. Dengan demikian, mereka dapat membuat gim yang sesuai dengan selera masyarakat Indonesia.

Hal senada juga diungkapkan oleh President Director PT Melon Indonesia Dedi Suherman. Menurutnya, kerja sama antara GCA dan PT Melon tidak semata-mata soal distribusi gim saja.

“Tahap selanjutnya dari kerja sama ini adalah mengembangkan konten. Jadi, ada komitmen bersama untuk pengembangan lebih lanjut antara developer Korea Selatan dan Indonesia,” tuturnya.

Tidak hanya gim, Dedi menuturkan, kerja sama ini juga terbuka untuk kategori bisnis lain.

“Kalau memang ada konten dari GCA yang sesuai dengan Melon, kami dapat saja ikut mendistribusikannya,” ujar Dedi mengakhiri pembicaraan.

Melalui ajang ini, menurut President GCA Oh Changhee, GCA ingin memperkenalkan sejumlah judul gim mobile pilihan dari Korea Selatan secara lebih luas, terutama masyarakat Indonesia.

“Ajang semacam ini merupakan kesempatan bagus bagi industri gim di Korea Selatan untuk diperkenalkan ke masyarakat Indonesia,” tuturnya saat konferensi pers GCA Global Game Expo II di Bekasi, Sabtu (3/11/2018).

Indonesia sendiri dipilih karena sudah dianggap sebagai pasar penting untuk gim. Managing Director Elite Games Romulo Augustine Reyes menuturkan hal itu tidak lepas dari potensi pasar yang begitu besar.

“Kontribusi industri gim untuk Indonesia dipastikan sangat besar. Karenanya, kami berharap dengan ajang ini dapat maju bersama untuk mendorong pasar gim Indonesia makin besar dalam lima hingga 10 tahun mendatang,” tuturnya.

Untuk hadir di wilayah Indonesia, GCA juga bekerja sama dengan PT Melon Indonesia. President Director PT Melon Indonesia Dedi Suherman menuturkan, Melon akan menjadi platform distribusi untuk judul gim yang diperkenalkan di ajang ini.

“Sebagai agregator gim terbesar di Indonesia, kami memiliki ekosistem yang dapat digunakan untuk mendistribusikan gim-gim ini. Meski Melon di bawah Telkom Group, tapi juga dapat mendistribusikannya ke operator lain,” pungkasnya. (Jay)