Sarannya Tidak Ditanggapi Oleh Pemerintah, Partai Berkarya Sukses Gelar Nobar Film G30S/PKI

Partai Berkarya sukses gelar acara nonton bareng film G30S/PKI di Jakarta.  (Foto: Santi)
Partai Berkarya sukses menggelar acara nonton bareng film G30S/PKI di Jakarta. (Foto: Santi)

JAKARTA, theindonesiatimes – Malam ini Partai Berkarya mengadakan kegiatan acara nonton bareng (nobar) film G30S/PKI bersama dengan para caleg partai, ormas dan masyarakat umum.

Acara yang diadakan mulai dari pukul 19.30 WIB ini terlihat sudah mulai dipadati oleh para undangan. Ditemui sesaat sebelum pemutaran film dimulai, Sekjen DPP Partai Berkarya Priyo Budi Santoso mengatakan kepada para awak media bahwa acara nobar malam ini adalah sebagai bentuk pembekalan partai kepada para caleg, walaupun disisi lain ia mengungkapkan jika usulannya kepada pemerintah terkait soal pemutaran film agar bisa dilakukan secara serentak di seluruh stasiun tv nasional tidak mendapat tanggapan.

“Kami mengundang 570 orang caleg, ormas dll. Tujuan dari pemutaran film ini agar ke depan sejarah pilu bangsa ini jangan lagi terulang dan penting juga untuk pembekalan para caleg sebelum mereka turun ke lapangan ke dapil-dapilnya masing-masing. Kita berikan ini sebagai pembelajaran untuk ditularkan ke berbagai masyarakat dilapangan tentang sejarah kelam bangsa,” jawab Priyo.

“Keprihatinan saya adalah sejak 2 minggu yang lalu berkali-kali menyarankan kepada bapak Presiden dan pemerintah agar beliau berkenan menghimbau agar seluruh stasiun tv termasuk radio menayangkan film ini secara serentak tapi rupanya kan tidak bersambut ya tidak apa-apa, tapi hak kami untuk hari ini menyampaikan kepada publik bahwa Partai Berkarya memutarkan film aslinya,” ucap Sekjen DPP Partai Berkarya Priyo Budi Santoso.

Dihadiri oleh sejumlah para petinggi partai, kondisi suasana di dalam ruangan studio terlihat penuh dan melebihi kapasitas. Film sejarah yang kabarnya akan diputar selama 4,5 jam ini tampaknya tidak menyurutkan minat para undangan yang hadir untuk tetap dapat menonton film tersebut hingga akhir.

“Kami menyelenggarakan acara nobar film G30S/PKI tujuannya adalah agar kita tidak melupakan tragedi G30S/PKI yang terjadi di tahun 1965 pengkhinatan dan kekejaman yang dilakukan PKI terhadap para Jenderal-Jenderal pahlawan revolusi. Ini versi penuhnya itu adalah 4,5 jam. Jadi film ini bukan fiksi karena waktu dibuatnya itu interview langsung dengan para pelaku dan korbannya juga. Film ini benar-benar dibuat yang sebenarnya pada saat itu terjadi jadi bukan film dengan versi yang di potong-potong atau di pendekin gitu,” ungkap Ketua Dewan Pertimbangan Partai Berkarya Titiek Soeharto kepada media saat ditemui di Gedung Pusat Perfilman Usmar Ismail, Jakarta Selatan, Minggu (30/9).

Film G30S/PKI yang diputar mulai dari pukul 20.30 WIB dan selesai pada dini hari tersebut berdasarkan pantauan redaksi terlihat mendapat respon yang positif dari para caleg. Dan Titiek pun mengaku tidak keberatan jika film ini dibikin ulang.

“Bagus saja kalau film ini di remake ulang asalkan cerita dari sejarahnya tidak berubah. Karena belakangan ini ada usaha-usaha untuk menyimpangkan sejarah seolah-olah PKI adalah korbannya padahal sesungguhnya yang jadi korbannya PKI itu adalah pahlawan revolusi dan banyak juga pejuang-pejuang muslim,” pungkasnya.  (Danur Santi)