Sinergi Antar Lembaga Dukung Percepatan Pemberdayaan Perempuan  

Menteri KPPPA Yohanna Embise. dalam pembukaan Temu Nasional Puspa 3 di kota Medan, Sumatera Utara, Rabu (14/11). (Foto Ist)
Menteri KPPPA Yohanna Embise. dalam pembukaan Temu Nasional Puspa 3 di kota Medan, Sumatera Utara, Rabu (14/11). (Foto Ist)
MEDAN, theindonesiatimes – Sinergi utk percepatan Pembangunan Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak menjadi tema Temu Nasional Puspa 3 di kota Medan, Sumatera Utara, Rabu (14/11/2018). Ratusan peserta hadir dengan pendahuluan hiburan tari selamat datang, disusul sambutan dari Gubernur Sumatera Utara Edy Rahmayadi, dan dibuka secara resmi oleh Menteri KPPPA Yohanna Embise.

Festival rembuk Nasional pelaksanaan sinergi diisi dengan diskusi, sebagai narasumber dalam rembuk nasional hadir Sekmen KPPPA, Deputi Bappenas Prof Dr.Hayono Isman, Wulan Tilaar, Forkom PM-PPPA, Forum Puspa Sumut Dan Forum Puspa NTB.

Banyak lembaga/ormas yang telah melakukan kerja nyata untuk perempuan dan anak sesuai fungsi kepastian dan keahlian mereka di wilayah masing-masing.  Berkonsentrasi pada isu-isu perempuan dan anak akan memberikan dampak yang signifikan jika terjalin sinergitas antar komponen masyarakat.

Sebagai informasi Puspa 1 telah berlangsung di Yogyakarta, Puspa 2 di Surabaya dan kali ini di Kota Medan. Kegiatan nasional ini bagian dari  penguatan sinergitas pemerintah dengan publik (Lembaga professional dunia usaha, Organisasi keagamaan, Ormas, Perguruan Tinggi, Media dan Komunitas lainnya yang peduli pada Pemberdayaan Perempuan dan anak). Selain itu dalam rangka memaksimalkan pelibatan partisipasipasi masyarakat untuk percepatan pencapaian program prioritas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak dan adanya rekomendasi konsep kebijakan implementasi partisipasi masyarakat dalam percepatan pencapaian SDG’s utamanya target kelima yaitu kesetaraan gender.

Diharapkan pertemuan tersebut dapat bertukar pengalaman dan dapat menambah pengetahuan, berdialog, berkolaborasi,  dan peserta dapat terus aktif memperkuat partisipasi publik untuk perempuan dan anak. (red/Jay)