Standard ISO 45001:2018 Peningkatan Sistim Manajemen Kesehatan dan Keselamatan Kerja

Lead Assecor AJA Registra Indonesia bersama para peserta public training New Generation ISO 450001: 2019, di Hotel Ibis, Jakarta, Jumat (15/2). (Foto: Ojay)
Lead Assecor AJA Registra Indonesia Ir Basuki Widodo, MBA bersama para peserta Public Training New Generation ISO 45001: 2019, di Hotel Ibis, Jakarta Timur, Jumat (15/2). (Foto: Ojay)
JAKARTA, theindonesiatimes – Sejumlah kasus kecelakaan kerja masih terjadi setiap hari, data kecelakaan kerja berdasarkan International Labour Organization (ILO), sebesar 2,78 juta meninggal akibat kecelakaan kerja dan penyakit akibat kerja setiap tahunnya.

Bahkan di Indonesia, angka kecelakaan kerja di tahun 2017 meningkat sebesar 20% dari tahun 2016 lalu. Total kecelakaan kerja pada 2017 di
Indonesia sebanyak 123 ribu kasus dengan nilai kerugian mencapai Rp 971 miliar lebih. Angka ini meningkat dari tahun 2016 dengan nilai kerugian hanya Rp 792 miliar lebih.

Dengan lahirnya ISO 45001:2018 tentang Sistem Manajemen Kesehatan dan Kecelakaan Kerja (SMK3) yang bertujuan membantu organisasi menyediakan tempat kerja yang nyaman dan aman sehingga dapat mencegah kecelakaan dan penyakit akibat kerja.

Ir Basuki Widodo MBA  sebagai Registered IRCA Lead Auditor dari AJA REGISTRA Indonesia menjelaskan. Diharapkan perusahaan yang menerapkan ISO 45001 memperoleh manfaat terutama lebih terjaminnya Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3) pekerja sehingga dapat meningkatkan efesiensi dan produktivitas yang pada akhirnya perusahaan dapat lebih bersaing di era globalisasi.” jelasnya kepada para peserta Public Training New Generation ISO 45001:2018, di Hotel Ibis Cawang, Jakarta, Jumat (15/2/2019).

Langkah-langkah penyempurnaan sistem manajemen tersebut harus memperhatikan sejumlah faktor internal dan eksternal yang dapat menyebabkan masalah kesehatan jangka panjang pekerja dan juga hal-hal yang menimbulkan kecelakaan kerja.

ISO 45001:2018 ini akan menggantikan OHSAS 18001:2007, sebagai referensi terdepan di dunia dalam penerapan Sistem Manajemen kesehatan dan keselamatan kerja (SMK3) di tempat kerja. Organisasi/perusahaan yang sudah mendapatkan sertifikasi OHSAS 18001 akan memiliki masa retensi selama tiga tahun untuk beralih kepada standar ISO 45001:2018
yang baru ini.

Sesuai regulasi “ISO committees” perusahaan yang telah menerapkan High Level Structure (HLS) Management System of ISO 9001:2015 & ISO 14001:2015 disarankan memperbarui “up-dating” menjadi “New Common Framework of Integration Management System Standard (MSS)” ISO 9001:2015, ISO 14001:2015 & ISO 45001:2018.

Lebih lanjut Basuki menambahkan “Standar ISO 45001 versi 2018 “New Generation ISO 45001:2018″ adalah peningkatan kepedulian terhadap hak-hak pekerja “worker”, menekankan peranan pucuk pimpinan “leadership”, pencegahan kecelakaan dan penyakit akibat kerja melalui “Risk & Opportunity”, peningkatan berkelanjutan “continues improvement”, pemantauan kinerja K3.” Jelasnya.

ISO 45001:2018 dirancang untuk mampu diintegrasikan dengan sistem manajemen ISO yang lain terutama yang sudah menerapkan, seperti: ISO 9001:2015 dan ISO 14001:2015.

Dengan adanya kemampuan tersebut, diharapkan bagi organisasi yangtelah menerapkan standard ISO 9001 maupun ISO 14001 akan lebih mudah dalam mengintegrasikan dengan ISO 45001:2018 ke dalam satu sistem manajemen terpadu, pungkasnya. (Jay)