Tanpa Didampingi Pengacara Tersangka, Penyintas Tuna Grahita Diperiksa Penyidik Polsek Adipala Cilacap

CILACAP, theindonesiatimes – Seorang pemuda lugu penyintas keterbelakangan mental/tuna grahita, harus berurusan dengan pihak berwajib. Irfawn Firmansyah (19) alias Sinchan warga Desa Penggalang ini diduga telah melakukan percobaan pemerkosaan di Rumah korban yang merupakan tetangganya di kampungnya.

Peristiwa tersebut telah dilaporkan ke Polsek Adipala oleh Korban  pada 21 januari 2020. Korban YS, (22), yang bekerja sehari-harinya sebagai ASN di Kabupaten Cilacap beralamat jalan mawar Desa Penggalang Rt 02 Rw 03. Kec Adipala Kab Cilacap, Jawa Tengah.

Petugas Polsek terlapor atas Nama Irfan Firmansyah alias Sinchan segera ditangkap kemudian tersangka di bawa ke Pengadilan Negeri Cilacap untuk diajukan tindak pidana (Tipiring), namun ditolak oleh pihak Pengadilan Negeri Cilacap dan diamankan dengan dimasukan sel tahanan Polsek Adipala selama 3 hari, tanpa ada surat surat apapun dikarenakan tersangka  diindikasikan penyintas sakit jiwa/tuna grahita maka di kirim ke Rumah Sakit Jiwa (RSJ) Banyumas selama 15 hari.

Penangkapan tersangka bersama 5 orang rekannya yang semuanya diamankan di Polsek Adipala. Namun semua rekan terduga pelaku sudah dilepaskan dan hanya Irfan yang tidak boleh pulang. Dari hasil pemeriksaan terduga pelaku yang mengaku tidak paham dengan perbuatannya.

“Perkara ini telihat sangat dipaksakan karena penangkapan terduga tersangka tidak dengan surat perintah penahanan. Dan yang utama terduga tersangka mengidap sakit jiwa/keterbelakangan mental/Tuna Grahita,” ujar Djoko Susanto SH, kuasa hukum tersangka, kepada awak media, Rabu (12/2/2020).

Lebih lanjut Djoko Susanto SH, selaku Pengacara Irfan terduga pelaku pun menyayangkan prosedur hukum yang dilakukan oleh Polres Adipala. Panggilan pemeriksaan seharusnya untuk tanggal 14 Februari 2020 dipaksakan diperiksa hari ini 12 Februari, ditemani ibunya tanpa didampingi pengacara. (Jay)