Umat Non Muslim Akan Ikut Menjaga Saat Sholat Ied Di Mesjid Istiqlal

Umat Non Muslim akan ikut membantu menjaga di Mesjid Istiqlal saat Sholat Idul Fitri.  (Foto: Santi)
Umat Non Muslim akan ikut membantu menjaga di Mesjid Istiqlal saat Sholat Idul Fitri berlangsung. (Foto: Santi)

JAKARTA, theindonesiatimes – Pergesekan yang terjadi antar umat beragama yang belakangan ini terjadi membuat sebagian masyarakat merasa resah. Dan oleh sebab itu untuk kembali merekatkan kerukunan antar umat beragama maka Forum Kebhinekaan berencana akan membantu menjaga kelancaran ibadah Sholat IED saat perayaan Idul Fitri tiba di Mesjid Istiqlal Jakarta.

“Rencananya untuk nanti tanggal 5 Juni kita sudah stand by di Istiqlal jam 5 pagi. Pesan yang ingin kami sampaikan adalah menjaga kebhinekaan yang pada dasarnya di Indonesia bagian Timur mengenai kerukunan beragama itu sangat erat, bagus dan baik, hal inilah yang mau kami tularkan di Indonesia bagian Barat. Alasannya kenapa kita tergerak karena kebhinekaan di negara ini sudah terkikis karena adanya unsur SARA. Dan Forum Kebhinekaan sendiri berasal dari semua perwakilan agama serta suku. Ada perwakilan dari ustad, pendeta, perwakilan Maluku, Manado dll. Kita ingin menunjukan kebhinekaan ini harus tetap terjaga,” ucap Penanggung Jawab Forum Kebhinekaan Oskar Pendong.

Menurut kabar yang didapat oleh redaksi nantinya akan ada lebih dari 100 orang umat non muslim yang ikut serta turut menjaga jalannya ibadah Sholat Idul Fitri di Istiqlal, dan menurut Ustad Wibowo dan Viky Akihary dari Komunitas Muslim Indonesia Timur aksi semacam ini patut di dukung penuh.

“Misi dari forum ini adalah bukan membantu tapi menyampaikan ucapan Selamat Idul Fitri dan menjaga kerukunan antar umat beragama. Kami sangat respek sekali dengan apa yang dilakukan oleh sodara-sodara kita yang non muslim. Setelah habis kebhinekaan kita terkoyak-koyak pada saat pemilu dan momentum Idul Fitri ini justru adalah moment yang tepat untuk membangun persatuan menuju Indonesia yang harmoni, itu pnting. Kegiatan ini murni datang dari masyarakat jadi enggak perlu ada yang ditakutkan. Mengenai nantinya ada yang di goreng-goreng itu biasa dan kalau kita tidak lakukan ini maka Indonesia akan mundur kebelakang. Harus ada keberanian untuk mau melakukan kegiatan seperti ini dan harus mendapat dukungan penuh,” tutur Ustad Wibowo dan Nivy Viky Akihary.

Sebelum melakukan kegiatan saat Idul Fitri, Forum Kebhinekaan akan melakukan kordinasi dengan pihak tertentu. Dan forum ini mengatakan jika mereka tidak takut akan respon negatif yang akan diterimanya nanti.

“Langkah pertama kita akan berkordinasi dengan pihak Polsek, Polres Metro Jakarta Pusat dan mesjid Istiqlal. Aksi ini spontan dan dirancang hanya selama 2 hari tanpa dibayar seperak pun. Kalau di nilai atau di beri tanggapan negatif dengan aksi ini kita tidak takut. Karena aksi ini datang dari hati dan karena kita perduli dengan kebhinekaan. Pprinsipnya Tuhan juga tau bahwa kita punya niatan itu adalah berbuat kebaikan dan kebenaran. Agama boleh banyak dan kesatuan ini itu sangat penting menjaga NKRI agar lebih maju dan lebih baik,” pungkas Ketua Rumah Doa Jokowi Sejabodetabek Pdt. Brian Patiasina. ¬†(Santi)