BNI bidik 100.000 rekening pelajar setiap tahun

 

bni

Jakarta- PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk menargetkan 100 ribu rekening pelajar per tahun dalam bentuk simpanan pada bank plat merah itu.

“Kita kerja sama dulu dengan sekolah-sekolah, kan itu syaratnya (dari Otoritas Jasa Keuangan/OJK). Melalui kerja sama tersebut paling tidak kita targetkan 100 ribu rekening per tahunnya,” kata Direktur Utama BNI Achmad Baiquni di Jakarta, Selasa.

Hingga akhir 2015 BNI menargetkan setidaknya 200 sekolah yang telah bekerja sama dengan perseroan.

Direktur Utama BNI Syariah Dinno Indiano menargetkan 7.000 rekening pelajar hingga akhir tahun ini, dari yang saat ini ada 3.000 rekening.

“Keuntungan dari simpanan pelajar ini pasti dana murah ya, tapi kan kita tidak bisa berharap banyak dari anak-anak ini. Yang penting adalah dukungan untuk program menabungnya, itu kan bagus,” ujar Dinno.

OJK baru saja merilis produk Simpanan Pelajar (SimPel/SimPel iB) bersama dengan industri perbankan untuk membangkitkan kembali budaya menabung pada pelajar.

Produk ini ditujukan bagi pelajar mulai jenjang PAUD/Raudatul Athfal hingga SMA/Madrasah Aliyah dan pondok pesantren yang diterbitkan secara nasional oleh perbankan di Indonesia.

Keunggulan tabungan itu antara lain nama siswa tercantum dalam buku tabungan, setoran awal yang ringan bebas biaya administrasi bulanan, dan minimum setoran yang terjangkau setiap menabung.

SimPel atau SimPel iB tidak memberikan bunga, sebagai gantinya siswa akan mendapatkan program penghargaan yang disesuaikan dengan kebijakan masing-masing bank.

Kegiatan aktivasi tabungan ini  diikuti delapan bank umum konvensional, yakni Bank Mandiri, BNI, BRI, BCA, BTN, Bank Permata, Bank Jabar-Banten, dan Bank Jatim serta enam bank umum syariah, yakni Bank Muamalat, Bank Syariah Mandiri, BRI Syariah, BNI Syariah, BCA Syariah dan Panin Syariah.

Dinno mengatakan aktivasi tabungan SimPel/SimPel iB akan dilakukan di  Jakarta, Serang, Medan, Yogyakarta, Surabaya, Bandung, Makassar, Palembang, Balikpapan serta tujuh kota di Jawa Timur hingga akhir 2015.

Sumber: Antaranews