BNNP Sumut Musnahkan 13,4 Kg Ganja dan 93 Butir Pil Ekstasi

MEDAN, The IndonesiaTimes – Sebanyak 13,4 Kg ganja dan 93 butir pil ekstasi yang disita dari 4 orang tersangkanya dimusnahkan Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Sumatera Utara (Sumut) di halaman kantor anti Narkoba tersebut, Jumat {16/7/21}.

Kepala Bidang {Kabid} Pemberantasan BNNP Sumut, Kombes Pol Sempana dalam keterangannya menjelaskan, keempat tersangka yang diamankan berinisial KGD (29) dan ASH (33) yang keduanya merupakan warga Kampung Banjir, Lingkungan VII, Kecamatan Padang Bolak, Kabupaten Padanglawas Utara (Paluta), Provinsi Sumut.

Petugas yang mengamankan bersama Barang buktinya dari kedua tersangka ini disita barang bukti 10 Kg ganja kering. Rencananya ganja kering asal Panyabungan itu akan dikirim kedua tersangka ke Padangsidempuan. Namun, rencana itu kita gagalkan dan kedua tersangka berikut barang bukti berhasil kita amankan,” jelasnya .

Dan sedangkan, dua tersangka lainnya yakni Is alias B (41) warga Jalan H Deni Gang Kesuma III, Kelurahan Sunggal, Kecamatan Medan Sunggal, Kota Medan, Provinsi Sumut serta AF alias AAR (44) warga Jalan Samanhudi V, Kelurahan Jember Kidul, Kecamatan Kali Wates, Provinsi Jawa Timur (Jatim).

“Untuk dua tersangka ini dibekuk hasil kerjasama dengan BNN Kabupaten Deliserdang. Info awal interdiksi (Pemutusan jaringan Narkotika) udara bahwa akan ada pengiriman ekstasi dari Makassar ke Medan melalui jasa titipan kilat, “cetusnya .

Diamankan para TSK setelah Petugas mendapat  informasi itu, langsung petugas melakukan penyelidikan dan mengamankan si penerima barang, AF dengan barang bukti 93 butir ekstasi. Kemudian petugas melakukan pengembangan dan berhasil membekuk tersangka lainnya, Is dengan barang bukti 3,4 Kg ganja.

“Keterangan yang kita terima dari tersangka AF kalau 93 butir pil ekstasi itu kualitasnya kurang bagus. Jadi dikembalikan oleh ke tersangka ke Medan,” sebutnya.

Jadi jumlah Total barang bukti yang kita musnahkan dari kedua kasus ini yaitu, 13,4 kg ganja dan 83 butir ekstasi (10 butir untuk keperluan persidangan),” jelasnya seraya menambahkan selama masa Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat, cukup berpengaruh terhadap permintaan (supplay) Narkotika. Namun, peredaran Narkotika masih tetap ada.

Atas perbuatannya, para tersangka dipersangkakan dengan Pasal 114 Ayat 2, Pasal 112 Ayat 2 Undang-Undang (UU) RI Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika dengan ancaman hukuman penjara minimal 6 tahun maksimal seumur hidup atau hukuman mati. (Binsar Simatupang)