Dies Natalis USU Ke 60, Menteri BUMN Erick Thohir Hadiri Forum Economic Outlook 2022

Menteri BUMN Erick Tohir dan Wakil Gubernur (Wagub) Sumatera Utara (Sumut) Musa Rajekshah hadiri Economic Outlook 2022, dalam acara Dies Natalis ke-60 USU. [Dok USU]

MEDAN, TheIndonesiaTimes – Acara puncak Dies Natalis ke-60 USU , Menteri BUMN Erick Thohir dan Wakil Gubernur (Wagub) Sumatera Utara (Sumut) Musa Rajekshah melakukan Kunjungan dalam acara Economic Outlook 2022 dengan tema Stregthening Indonesia with Civilized Economic yang diadakan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Sumatera Utara (FEB USU) dalam acara puncak Dies Natalis ke-60, Jumat {26/11}

Kunjungan Menteri BUMN Erick Thohir Ke USU mengingatkan untuk warga Indonesia harus segera bersiap dalam menghadapi tidak hanya disrupsi digitalisasi tapi juga disrupsi pasar global dan juga kesehatan. Kamis {25/11} .

Jelasnya, kita lihat di pasar global dengan adanya KTT G20 dan COP26, semua negara di dunia mendorong transformasi harus baik dengan alam dan kita setuju Namun, saat berbicara tentang suplly chain artinya kita harus membuka selebar-lebarnya sumber daya alam kita artinya kita harus kirim juga sumber daya alam kita sebesar-besarnya dan ini kita tidak setuju,” ujarnya.

“Lanjut Erick ucapnya, negara tidak ingin Sumber Daya Alam (SDA) Indonesia dipakai untuk pertumbuhan untuk bangsa lain. “Karena itu jelas mengapa Bapak Presiden saat G20 di Roma tidak mau tanda tangan yang namanya suplly chain. Sudah saatnya apalagi kita jadi tuan rumah G20, kita harus jadi sentral dari pada pertumbuhan dunia tetapi market kita harus menjadi market pertumbuhan ekonomi bangsa kita. Kita tidak anti asing, tetapi market dan sumber daya alam kita harus jadi pertumbuhan ekonomi negara kita,” cetusnya .

Selain itu, lanjut Erick, terkait disrupsi ekonomi untuk digitalisasi juga sesuatu yang tidak bisa dihindari, dan mau tidak mau Indonesia harus bersiap menghadapinya.

Dicontohkannya, top 10 besar perusahaan di Amerika yang dulunya ritel base, tujuh di antaranya saat ini sudah teknologi base.

Seperti Tesla, mobil tapi teknologi base, artinya apa disrupsi ekonomi untuk digitalisasi bukan sesuatu lagi yang bisa kita hindarkan pertanyaannya, kita siap enggak. Ketika demografi kita tak punya role map bagaimana pekerjaan yang hilang dan pekerjaan yang akan tumbuh.

Saat Industri 4.0 ada, siapa yang bekerja. Start-up di Indonesia banyak , teknologinya itu dari negara lain, dan katanya lagi kita butuh 17 juta lebih ahli teknologi kita tidak siap belum lagi kita bicara bisnisnya,” ucapnya .

Lanjut Erick, penjelasannya bukan untuk menakut-nakuti, namun hanya ingin menjabarkan situasi yang ada saat ini, agar semua ikut terlibat dalam perbaikan ke depan. “Berita bagusnya, negara kita marketnya besar dan ekonomi kita nomor satu di Asia Tenggara dan kita harus sama-sama perbaiki ini semua,” ujarnya.

Erick mengakui bila BUMN adalah 1/3 kekuatan ekonomi Indonesia, untuk itu perlu terus didorong agar BUMN  terus bertranformasi. “Saya mendorong lima transformasi di BUMN, pertama transformasi daripada digitalisasi. Kedua, transformasi energi terbarukan. Ketiga, transformasi di industri pertambangan yang ramah terhadap lingkungan hidup, keempat transformasi industri pariwisata dan kelima, transformasi di industri pangan,” katanya.

Menanggapi itu, Wagub Musa Rajekshah menyampaikan apa yang disampaikan Menteri BUMN telah memberikan pencerahan dan optimisme bila ekonomi Indonesia akan semakin baik. “Apa-apa yang disampaikan memberi suatu pencerahan bagi kita ke depan untuk mencapai ekonomi yang semakin baik,” katanya.

Musa Rajekshah menambahkan, Ia berharap inovasi dari BUMN tidak berhenti dan berharap kepada Menteri Erick Thohir untuk memperbaiki kondisi harga pasar komoditas pertanian sehingga petani juga bisa maju.

Kami berharap agar BUMN memikirkan bagaimana supaya harga pasar ini, BUMN apa melalui Bulog atau lainnya agar harga pasar komoditi pertanian ini bisa stabil. Karena petani jarang jadi orang kaya, yang kaya pengumpul dan pengekspor. Belum lagi petani kita terkena rentenir, tangan mereka yang kotor, badan mereka yang berkeringat namun untuk bertahan.