Distribusi BBM Ilegal Resahkan Nelayan Gabion Belawan, Polisi Didesak Tangkap Mafia BBM

BELAWAN, TheindonesiaTimes – Pendistribusian Bahan Bakar Minyak (BBM), khsusnya solar yang mengatasnamakan masyarakat nelayan agar dapat melaut diduga diselengkan para mafia BBM. Akibatnya membuat warga Nelayan bertanya-tanya kenapa dengan mengatasnamakan nelayan malah nelayan resah dibuat para mafia BBM. Sejatinya nelayan kewalahan mendapatkan BBM dan mengharapkam pihak kepolisian dan petugas berwenang dapat menggulung para mafia BBM.

Akibat kelangkaan BBM yang diperuntukkan masyarakat Nelayan akhir -akhir ini menjadi perhatian para nelayan dan para aktivis mulai dari masyarakat nelayan skala kecil sehubungan pendistribusian BBM diduga ilegal yang digunakan kapal ikan di kawasan Gabion Belawan. Distribusi BBM jadi ajang keributan karena lebih dulu keributan terjadi baru nelayan dapat BBM supaya bisa melaut, keributan sengaja diciptakan para mafia BBM.

Menurut keterangan dari masyarakat nelayan yang menyebutkan para pengusaha ikan dikawasan Gabion Belawan sangat mudah mendapatkan BBM dimana menurutnya nelayan para mafia BBM selalu menawarkan produknya kepada pengusaha ikan di kawasan Gabion Belawan. Cetus Ayong nelayan skala kecil dipekan labuhan, Sabtu (11/1/2020).

Informasi dari nelayan lainnya BBM yang digunakannya untuk ratusan kapal nelayan sebagian dari Pertamina untuk Kuota nelayan, selain itu juga banyak disalah gunakan. Selain itu juga BBM yang berasal dari jaringan BBM oplosan seperti dari sendingan mobil Tangki pertamina.

Pencurian dapat terjadi dari Pendistribusian berdasarkan jumlah kapal nelayan yang disalahgunakan dengan GT yang berbeda yang mencapai hampir 700 unit. Dengan banyaknya mafia yang mengatasnamakan Koperasi, PT. dan penyaluran BBM selalu mengatasnamakan kebutuhan masyarakat Nelayan untuk mencari keuntungan besar.

Atas dasar itulah masyarakat nelayan umum dikawasan Gabion Belawan mengaharapkan pihak Kapoldasu dan pihak yang berwenang menindak tegas para mafia BBM. (Binsar Simatupang)