ISED Hadir Untuk Membantu Proses Transformasi Digital Di Indonesia

JAKARTA, theindonesiatimes –  Institute for Social, Economic, and Digital (ISED) hari ini menggelar acara syukuran sekaligus peluncuran buku Indonesia’s Digital Based Economic Transformation di Jakarta.

Acara yang dihadiri oleh Menteri Koperasi dan UMKM Teten Masduki, Wamen Kementrian Desa dan Daerah Tertinggal Kabinet Indonesia Maju Budi Aries Setiadi, Kepala BPIP Hariyono, Dirjen Informasi dan Komunikasi Publik Kominfo Widodo Muktiyo, Prof Kazan Gunawan, Founder ISED Rachmat Waluyanto, mantan Panglima TNI Widodo AS, serta dr Wirawan Jusuf MPH, GKR Mangkubumi dan tamu undangan, Prof. Sri Adiningsih yang merupakan Founder dari ISED menjelaskan jika pembentukan ISED bertujuan untuk membantu proses transformasi digital di Indonesia khususnya di daerah-daerah tertinggal, terdepan dan terluar (3T).

“ISED itu adalah sosial entrepreneur yang bergerak di online. Yayasan yang tujuannya adalah membantu proses transformasi digital di Indonesia. Dan Indonesia itu luas, transfromasi di Jakarta memang sudah maju tapi kan kalau kita di daerah 3T belum terasa, transformasi digital itu masih ketinggalan sekali,” jelas Founder ISED, Prof. Sri Adiningsih.

ISED yang berkomitmen untuk membantu proses transformasi digital di Indonesia khususnya di daerah-daerah tertinggal, terdepan dan terluar (3T) dimana masih banyak masyarakat di daerah tersebut yang masih ketinggalan akan kemajuan teknologi diungkap oleh Julie yang juga salah satu Founder dari ISED bahwa pihaknya siap berkolaborasi dengan banyak pihak, baik itu pihak dari pemerintah maupun swasta.

“ISED siap berkolaborasi dengan banyak pihak baik pemerintah maupun swasta. Kami siap bersinergi dan turut berkontribusi mengawal proses percepatan transformasi digital di indonesia. Kita lihat diberbagai daerah indonesia, ternyata itu masih banyak yang perlu kita bantu baik dari sisi literasi edukasi dll mengenai bidang digital ini. Kalau di kota sudah masif perkebangannya tapi di daerah masih banyak yang perlu kita bantu karena kalau kita tidak bantu yang di daerah kesenjangannya akan semakin tajam. Kontribusi yang kami maksud misalnya melakun pelatihan bagaimana menggunakan media digital, jadi selain memberikan literasi supaya bijak bermedsos, kita kasih tahu juga konsekuensi hukumnya, literasi aspek sosialnya, lalu secara sosioligis dampaknya untuk lingkungan seperti apa atau dampak lain seperti dia nge-tweet hoax dll,” kata Julie.

“Dan disini kami juga berikan pelatihan juga supaya mereka bisa berdaya dengan transformasi digital ini dalam hal ekonomi, pemgembangan diri, bisa dipelatihan bagaimana berbisnis via online, kemudian diberi pengetahuan bagaimana membuat komunitas yang positif dll. Kami akan memulai programnya mulai bulan depan,” ungkap Founder ISED Julie Trisnadewawi kepada Theindonesiatimes saat ditemui usai acara syukuran sekaligus peluncuran buku Indonesia’s Digital Based Economic Transformation di Kantor ISED di bilangan kuningan, Jakarta Selatan, Rabu (20/11).

Sementara itu ditemui ditempat yang sama, Widodo Muktiyo sebagai Dirjen Informasi dan Komunikasi Publik Kominfo sangat mengapresiasi kegiatan yang dilakukan oleh ISED hari ini. Dimana dalam acara syukuran ISED dan peluncuran buku, founder ISED juga melakukan pemaparan study case yang sudah dilakukan dan penyampaian program-program yang sedang dan akan dilakukan.

“Atas nama Dirjen Kominfo memberikan apresiasi atas inisiasi ISED dalam kaitannya untuk bisa melihat potret masyarakat kita di Indonesia ini khususnya direlevansikan dengan adanya perubahan tehnologi digital, dan ini penting, karena tehnologi digital yang kita kembangkan di inisiasi oleh Kominfo untuk adanya lompatan pendapatan lompatan peluang kerja. Sudah saatnya Indonesia menempuh program digitalisasi, oleh sebab itu kegiatan-kegiatan semacam ini akan memperkaya khasanah akademik khasanah ilmiah untuk menuju Indonesia yang lebih baik,” ucapnya.  (Danur Santi)