Maraknya pencurian Ikan di Perairan Natuna Indonesia , Dalam Dua bulan, empat Kapal ikan berbenderah Vietnam ditangkap Guspurla

Maraknya pencurian Ikan di Perairan Natuna Indonesia , Dalam Dua bulan, empat Kapal ikan berbenderah Vietnam ditangkap Guspurla

SUMUT – The Indonesia Times

Maraknya pencurian Ikan di perairan Natuna Indonesia sehingga para Nelayan luar Negeri seperti Vietnam melakukan pencurian  Ikan di Wilayah Indonesia , terlihat dalam dua bulan terakhir sebanyak empat kapak Ikan  berbenderah  Vietnam   Guspula, Sabtu {17/10}

Sebelunya KRI Usman Harun – 359  Milik TNI AL, menangkap 2 kapal ikan berbendera Vietnam, melakukan pencurian {illegal fishing } di wilayah Perairan Laut Natuna Utara, Sabtu (19/09).yang lalu

Dimana Komandan KRI Usman Harun – 359, dibawah Komando Kolonel Laut (P) Binsar Alfred Syaiful Sitorus, SE langsung memerintahkan untuk segera  mengejar dan melaksanakan peran tempur yang akan dilanjutkan dengan peran pemeriksaan dan penggeledahan.

Dalam pengejaran , KRI Usman Harun – 359 pun memberlakukan prosedur dengan memberikan isyarat agar KIA tersebut berhenti kapal ikannya , namun kedua KIA tersebut tidak mengindahkannya.

Setelah dilakukan pengejaran dengan melakukan manuver, kapal Ikan Asing { KIA}sebagai  target yang dikejar KRI USH – 359 tersebut dapat dihentikan dan Komandan KRI USH – 359 memerintahkan untuk menurunkan Tim VBSS (Visit Board Search and Seizure) dengan menggunakan Rubber Inflatable Boat (RIB) untuk melaksanakan penangkapan dan pemeriksaan.

Dari hasil pemeriksaan Petugas bahwa KIA Vietnam tersebut bernama BV5075TS dengan ABK 10 orang. Setelah bisa menguasai keadaan di KIA BV5075TS, KRI USH – 359 selanjutnya melakukan pengejaran kembali terhadap KIA kedua yang masih berusaha untuk melarikan diri.

Tidak memerlukan waktu lama, KIA dengan nomor lambung BV92658TS dengan ABK 3 orang itupun dapat dihentikan. Selanjutnya dilakukan prosedur penangkapan dan penyelidikan.

Ia menjelaskan, kapal berbendera Vietnam MV Octopus 277 (BV 99467 TS) dan MV Octopus 285 (BV 8799 TS) beserta 19 ABK dikawal menuju Lanal Ranai untuk dilaksanakan pemeriksaan lebih lanjut.

“Dua KIA Vietnam tersebut diduga melanggar Pasal 93 ayat (2) Jo Pasal 27 ayat (2) UU No 45 Tahun 2009 tentang Perikanan, dikarenakan telah mengoperasikan kapal penangkap ikan berbendera asing di ZEE Indonesia secara ilegal,” pungkas Panglima Koarmada I 

Dalam Bulan Oktober ini  KRI John Lie-358 di Bawah Kendali Operasi (BKO) Gugus Tempur Laut (Guspurla) Koarmada I yang sedang melaksanakan patroli rutin di Perairan Laut Natuna Utara kembali menangkap dua kapal ikan asing yang didapati melakukan kegiatan illegal fishing di Perairan Landas Kontinen Indonesia, Jumat (16/10).

Kejadian penangkaannya  Kamis  15 Oktober 2020 siang hari sekitar pukul 15.30 saat melaksanakan patroli rutin di Perairan Natuna Utara, KRI John Lie-358 mendeteksi dua kapal ikan asing yang dicurigai melaksanakan aktivitas menangkap ikan di wilayah perairan Indonesia.berusaha mendekati kedua kapal tersebut.

Selanjutnya setelah kedua kapal berhasil dihentikan, KRI JOL 358 menerjunkan Tim VBSS [Visit Board Search and Seizure] menuju ke kapal ikan asing yang dicurigai melakukan aktivitas illegal fishing untuk penggeledahan dan mengamankan kapal yang

dicurigai.

Komandan Gugus Tempur Laut Koarmada I dalam

Laksamana Pertama TNI Dato Rusman dalam keterangannya menjelaskan, kedua kapal ikan asing (KIA) tersebut dapat dikuasai dan digeledah untuk diamankan.

Dari hasil pemeriksaan awal diperoleh informasi bahwa KIA berbendera Vietnam dengan nama MV Octopus 277 nomor BV 99467 TS dan didapati ABK 16 warga negara asing. Selanjutnya kapal kedua yang diamankan adalah MV Octopus 285 nomor BV 8799 TS didapati 3 ABK warga negara asing termasuk nakhoda di dalamnya.

Diduga kedua kapal tersebut melakukan kegiatan penangkapan ikan secara ilegal di perairan ZEE Indonesia, terangnya.

Komandan Guspurla Koarmada I menegaskan,“Kami secara rutin hadir di laut untuk berpatroli penegakan hukum dan kedaulatan di perairan yurisdiksi nasional utamanya di wilayah kerja Koarmada I. Tidak ada keraguan untuk menegakkan hukum seperti pelanggaran IUU fishing dan pelanggaran wilayah yang sering terjadi.”

Panglima Koarmada I Laksamana Muda TNI Abdul Rasyid K SE MM menyampaikan kasus ini merupakan penangkapan ke-3 yang dilakukan oleh unsur patroli TNI AL dalam hal ini Koarmada I di tiga minggu terakhir ini, dengan keseluruhan ada 5 kapal ikan asing yang telah diamankan.

“Walaupun di tengah pandemik Covid-19, Koarmada I terus secara rutin hadir di perairan yurisdiksi nasional. Karena ini merupakan salah satu wujud nyata pertangungjawaban jajaran Koarmada I kepada masyarakat Indonesia dalam menegakkan hukum dan menjaga kedaulatan,” tegasnya { Binsar Simatupang}