Metode PRFR Solusi Atasi Trigeminal Neuralgia Klinik Utama Dr. Indrajana

TheIndonesiaTimes – Dalam rangka memperingati ‘International Trigeminal Neuralgia Awareness Day’ yang jatuh setiap tanggal 7 Oktober setiap tahunnya. Seperti diketahui nyeri trigeminal neuralgia ini biasanya hanya terjadi pada satu sisi wajah, sehingga dikenal dengan istilah nyeri wajah sebelah. Nyeri terjadi pada area yang dipersarafi oleh cabang saraf ini, bisa terasa pada satu cabang daerah persarafan atau lebih.

Nyeri wajah sebelah yang tak tertahankan ini, bisa muncul saat penderitanya melakukan aktivitas harian yang seharusnya tak sebabkan nyeri, misalnya makan, minum, berbicara, tertawa atau tersenyum, menggosok gigi, membasuh atau menyentuh wajah, memakai make up, menyisir rambut, mencukur, terkena angin sepoi-sepoi, atau terkena hawa dingin atau AC.

“Bila penderitanya bercerita seperti ini, kemungkinan penyebabnya adalah trigeminal neuralgia karena aktivitas harian seperti itu, seharusnya tidak mengakibatkan nyeri pada wajah,” jelas dr. Mustaqim Prasetya, SpBS, FINPS dalam acara webinar yang digelar Klinik Utama Dr. Indrajana, Rabu (13/10/21).

Salah satu solusi untuk menyembuhkan nyeri akibat trigeminal neuralgia, lanjut dr. Mustaqim, dapat menggunakan  metode PRFR (Percutaneous Radio Frequency Rhizotomy). Teknologi PRFR ini memiliki tingkat keberhasilan yang cukup baik. Bahkan, pada kebanyakan kasus pasca-tindakan,  pasien tidak perlu minum obat penghilang nyeri saraf lagi. Selain itu, teknologi radiofrekuensi ablasi ini dapat menjadi pilihan bagi penderita nyeri wajah sebelah yang enggan atau takut melakukan tindakan bedah setelah menimbang risiko operasi. 

Keunggulan PRFR ini bersifat selektif, sehingga dokter dapat memilih cabang saraf trigeminal yang mana yang akan ‘dimatikan’ sehingga nyeri pun hilang.

“Nyeri wajah sebelah trigeminal neuralgia bisa sembuh dengan PRFR. Teknologi ini dapat dilakukan pada kasus pasien yang tidak memungkinkan dilakukan operasi, karena kondisinya tidak memungkinkan secara medis, pernah terapi bedah namun gagal, dan pada kasus serangan nyeri akut yang hebat yang perlu penanganan segera,” urai dr. Mustaqim.

Keuntungan PRFR lainnya adalah tanpa bedah, risiko relatif lebih rendah dibandingkan tindakan pembedahan, prosesnya cepat, tanpa rawat inap, hemat biaya atau biaya lebih terjangkau, dapat segera dilakukan, dan hanya memerlukan sarana yang lebih sederhana.

Suchaeti, [71], penderita trigeminal neuralgia, bercerita, “Saya sudah mengalami nyeri wajah sebelah lebih dari 3 tahun. Selain itu, sudah mencoba berobat kemana-mana, namun tanpa hasil. Akhirnya Alhamdulillah, rasa nyeri menyiksa pada wajah selama tiga tahun ini sudah hilang. Sebab, saya memilih untuk dilakukan PRFR atau radiofrekuensi ablasi oleh dr. Tyo. Sekarang saya sudah dapat melakukan aktivitas seperti semula.”