Nays Inovasi Produk MPASI Bubur Bayi 3.0

JAKARTA, theindonesiatimes – Seiring dengan keutuhan nutrisi bagi balita di Indonesia PT. Hassana Boga Sejahtera meluncurkan produk terbarunya jenis makanan pendamping ASI (MPASI) dalam sajian Bubur Bayi yang diberi nama Nayz.


Founder & CEO PT. Hassana Boga Sejahtera (Nayz), Lutfiel Hakim mengatakan, hari ini kita launching satu produk baru yang merupakan hasil dari pengembangan produk sebelumnya yang dinamakan MPASI bubur bayi 3.0. Dengan mengusung konsep produk homemade, Nayz ingin dikenal sebagai pelopor dalam makanan pendamping ASI non instan,” katanya dalam peluncuran Nayz di JSC HIVE, Jl. Prof Dr. Satrio Karet Kuningan Jakarta Selasa ( 25/2/2020).

“Nayz telah mendapatkan izin resmi BPOM, dengan memproduksi MPASI berkonsep homemade organik pertama di Indonesia dan juga di Asia tenggara,” tambahnya.

Lutfiel Hakim menjelaskan bahwa, komposisi MPASI Bubur Bayi Nayz dirancang secara khusus, dengan bahan dasar yang diseleksi dari material yang paling berkualitas yang didapatkan dari tangan-tangan tulus petani Indonesia,” jelasnya.

Keunggulan dan perbedaan produk MPASI Nayz lanjut Lutfiel adalah, bahan dasarnya berasal dari beras asli yang utuh. Diperkaya campuran sayuran hijau seperti brokoli, wortel, buncis dan lainnnya sebagai protein nabati dan ikan sebagai protein hewani,” jelas Lutfiel.

MPASI homemade menjadi trend yang banyak sekali dilakukan para Ibu dengan balita yang masih membutuhkan Makanan Pendamping ASI (MPASI). Sementara, organik adalah gaya hidup kekinian. Gaya hidup yang selaras dengan alam, dalam arti mendukung kelestarian dan menjaga alam dari kerusakan. Bebas pestisida. Homemade atau rumahan, artinya dibuat dirumah, oleh tangan Bunda sendiri.


“Inilah wujud cinta kasih Ibu. Karena memang sejarah Nayz berawal dari konsumsi untuk anak anak kami sendiri. Nayz pasti memberikan yang terbaik, seperti memberikan MPASI kepada anak kami sendiri,” imbuhnya.

Dalam kesempatan yang sama Dr. Ameetha Drupadi selaku Konselor Laktasi, yang juga aktif sebagai Dokter pada yayasan perlindugan anak menjelaskan bahwa, ada beberapa hal yang perlu diingat dalam pemberian MPASI pada bayi.


“Sebaiknya berikan makanan bergizi seimbang sejak usia 6 bulan, makanan yang diberikan terbuat dari bahan lokal, terjangkau, dan mudah disiapkan,” jelasnya.


Menurutnya, pastikan kebersihan tangan serta peralatan MPASI. Minyak, Mentega, dan Santan dapat digunakan sebagai penambah kalori. Tidak terlalu manis, tidak terlalu asin, dan tidak terlalu pedas,” tuturnya.

Pemberian makanan bayi dan anak berdasarkan rekomendasi, anjuran WHO menurutnya adalah, sebaiknya biarkan bayi menyusui sendiri dalam 1 jam setelah persalinan (IMD). Susui secara eksklusif sampai bayi berumur 6 bulan (Asi Eksklusif).

Berikanlah makanan pendamping Asi (MPASI) pada saat bayi berusia 6 bulan, dan biarkan bayi menyusui sampai berumur 2 tahun keatas,” pungkasnya.