Pasca Kasus Dirut Garuda, Sekber Garuda Indonesia: Konsentrasi Kami Adalah Menjaga Kelangsungan Operasional Garuda Indonesia

JAKARTA, theindonesiatimes – Pasca mencuatnya kasus penyeludupan motor gede (moge) dan sepeda Brompton hingga skandal yang dilakukan oleh Direktur Utama Garuda Indonesia yang terjadi pada minggu lalu, hari ini Serikat Karyawan Garuda Indonesia (Sekarga Garuda), Asosiasi Pilot Garuda (APG) dan Ikatan Awak Kabin Garuda (Ikagi) yang tergabung dalam Sekretariat Bersama (Sekber) PT. Garuda Indonesia (Persero) Tbk menyatakan sikapnya dihadapan awak media yang hadir.

Dalam pernyataan resminya, Tommy Tampatty beserta jajarannya menyatakan bahwa seluruh karyawan Garuda Indonesia akan tetap solid dan berkonsentrasi penuh demi menjaga kelangsungan operasional Garuda Indonesia.

“Kami karyawan PT. Garuda Indonesia (Persero) Tbk di dalam internal Garuda kami tetap solid karena konsentrasi kami adalah menjaga kelangsungan operasional dengan tetap mengedepankan safety dan pelayanan terbaik demi masyarakat, terlebih saat ini menjelang Natal dan Tahun Baru,” ucap Tommy.

Dan soal kasus penyelundupan barang hingga skandal yang menimpa Garuda Indonesia, dikatakan oleh Ketua Harian Sekarga Garuda hal tersebut sepenuhnya diserahkan kepada pihak berwenang. Sementara mengenai awak kabin pesawat, Tommy mengungkapkan bahwa Garuda Indonesia mempunyai standar profesionalisme yang tinggi.

“Terkait dengan pabean, sikap Sekber Garuda adalah sepenuhnya kami serahkan kepada yang berwenang dalam hal ini Pabean dan Kementerian BUMN. Tapi pada dasarnya sikap Sekber, yang tidak sesuai dengan UU perlu ditertibkan. Garuda punya ribuan awak kabin. Untuk menjadi awak kabin harus melalui persyaratan dan prosedur yang ketat. Mereka adalah rekan-rekan kerja yang punya integritas dan profesional yang tinggi. Aturan di internal kita ketat, karena kita punya standar profesionalisme yang tinggi sehingga kalau ada awak kabin yang keluar dari jalur bisa kena sanksi. Awak kabin kami punya standar tinggi dan punya SOP,” ungkap Ketua Harian Sekarga Garuda Tommy Tampatty di acara Konferensi Pers Sekber Garuda Indonesia di Jakarta Selatan, Kamis (12/12).

“Yang jelas kami semua kaget dengan adanya kasus itu. Bisa ditanyakan langsung ke orangnya, tapi setahu saya, awak kabin pasti tidak tau kalau ada barang yang diselundupkan ke dalam pesawat waktu itu,” aku Kapten Pilot Garuda Indonesia Edward Hutabarat kepada Theindonesiatimes.

Selain mencuatnya kasus Dirut Garuda, di sisi lain ketika ditanya soal beredarnya sebuah akun twitter yang isinya seolah-olah membuka aib perusahaan BUMN pimpinan Erick Thohir ini, ditegaskan oleh Tommy bahwa hal tersebut juga sama sekali tidak akan mempengaruhi kinerja dari para karyawan Garuda Indonesia.

“Sejak kejadian kasus kemarin operasional garuda berjalan dengan baik. Soal akun twitter negara kita punya akun-akun gaya yang berkerja seperti itu. Kami tidak akan terpengaruh dengan hal itu, karena ya itu tugas kami, tanggung jawab kami adalah Garuda. Karena Garuda adalah tanggung jawab kami dan merupakan aset negara. Kami konsen dengan penyelamatan Garuda. Kami tetap kritis dengan apa yang terjadi di Garuda tetapi kami di dalam juga tetap solid. Menjaga Garuda sama dengan menjaga bangsa ini,” tegas Tommy.

Menyatakan dengan tegas bahwa kinerja dari para karyawan Garuda memang tidak akan terpengaruh pasca kasus Dirut Garuda ataupun adanya akun twitter yang beredar dan viral di masyarakat, Ahmad Irfan selaku Ketua Umum Sekarga Garuda mengatakan bahwa pihaknya saat ini memang tengah fokus melakukan berbagai persiapan jelang Natal dan Tahun Baru. Dan oleh sebab itu maskapai penerbangan Garuda Indonesia berencana akan menambah jadwal penerbangan tambahan untuk itu.

“Persiapan Natal ini memang kami persiapkan dengan baik. Mungkin di beberapa rute akan ada extra flight, dan kami menyiapkan mulai dari sisi karyawan darat, awak kabin dan pilot tetap berkomitmen untuk menyelenggarakan Natal dan Tahun Baru ini dengan baik,” kata Ketua Sekarga Garuda Indonesia Ahmad Irfan secara khusus kepada Theindonesiatimes.Com saat ditemui usai acara konferensi pers.

Adanya jadwal penerbangan tambahan di beberapa daerah wisata, atau menambah kapasitas pesawat, Irfan melanjutkan bahwa hal tersebut akan menjadi alternatif yang akan dilakukan oleh manajemen Garuda sekaligus juga menjadi pertanda bahwa pihaknya siap dalam menanggapi permintaan masyarakat di akhir tahun 2019.

“Sebenarnya kan permintaan ini akan berjalan terus. Mungkin hari ini kita rencananya Garuda (mungkin bisa di konfirmasi dengan Corsec) rencana kita memang kita ada beberapa extra flight untuk di beberapa daerah-daerah, contohnya daerah-daerah wisata Denpasar, Singapura dll. Jadi intinya kami siap walaupun akan nanti ada deretan tambahan penerbangan yang banyak tapi komitmen daripada pilot, awak kabin dan karyawan darat siap untuk mensukseskan Natal dan Tahun Baru,” lanjut Irfan

“Kita akan melihat permintaan yang ada. Sampai hari ini permintaannya masih dikerjakan, mungkin kita ada, misalnya kita tidak ada penambahan penerbangan tapi menambah kapasitas dari pesawat, yang tadinya pesawat kecil berubah menjadi pesawat besar. Jadi ada beberapa alternatif yang akan dilakukan oleh manajemen Garuda,” pungkas Ahmad Irfan. (Danur Santi)