Publik Inginkan Supandi Jadi Ketua MA

Hari H pemilihan ketua Mahkamah Agung (MA) akan memasuki babak akhir. Senin, 6 April 2020 mendatang, Hakim Agung akan menentukan siapa Ketua MA yang baru lewat pemilihan langsung. Nama Supandi banyak diinginkan khalayak sebagai pengganti M Hatta Ali.

Sebuah survei singkat dilakukan media online www.petitum.id terkait siapa calon ketua MA favorit. Survei itu mematok empat orang yang memang santer terdengar sebagai kandidat ketua MA. Ada Andi Samsan Nganro (ketua bidang Pengawasan MA), Sunarto (Ketua Kamar Pidana MA), Syarifuddin (wakil Ketua MA) dan Prof. Dr. Supandi (Ketua Kamar TUN MA). Hasil akhir sungguh mengejutkan. Nama Supandi bertengger di posisi atas, sebagai yang paling favorit untuk dijagokan ketua MA mendatang. Hampir 58 persen khalayak memilih Supandi layak sebagai ketua MA menggantikan posisi Hatta Ali, yang memasuki pensiun 7 April 2020 mendatang.

Memang hal ini tampak tak terlalu mengejutkan. Sejak beberapa pekan lalu, di luar kalangan hakim Agung, nama Supandi kerap digadang-gadang sosok yang layak menakhkodai MA-1 itu. Beberapa kalangan melihat sosoknya sangat ideal. Pasalnya beberapa putusannya yang terakhir, membuat integritas dan nama baik lembaga peradilan kembali mendapatkan ‘public trust’. Putusan Supandi perihal pembatalan kenaikan iuran BPJS, mendapatkan sanjungan dari masyarakat. Kemudian putusannya terkait pengabulan uji materil PP berkaitan masa pergantian anggota legislatif yang meninggal dunia, dengan mengembalikan kepada mekanisme partai politik, juga banyak dipuji kalangan akademisi dan praktisi politik. Putusan itu mengabulkan gugatan Megawati Soekarnoputri sebagai ketua umum PDIP. Selain itu, Supandi juga membatalkan berlakunya PP yang berkaitan mekanisme pengubahan hutan lindung menjadi kawasan hutan. Gugatan uji materil yang dimohonkan sejumlah kalangan LSM lingkungan hidup itu, dikabulkan Supandi sebagai ketua majelis hakim.

Inilah yang membuat kepercayaan khalayak pada Supandi sangat tinggi. “Kita merindukan sosok Ketua Mahkamah Agung yang mampu memberikan public trust kepada masyarakat dengan dasar keadilan, Pak Supandi telah membuktikan hal itu,” papar Wakil Ketua Umum DPP Kongres Advokat Indonesia (KAI), Junaidi, SH, MH.

Selain itu, menurut anggota DPR asal Fraksi Gerindra, Muhammad Raden Syafei, sosok Supandi sangat ideal menggantikan Hatta Ali. “Beliau terkenal sangat bersih dan tidak terafiliasi dengan partai politik manapun sebagai hakim agung, dan banyak memberikan keputusan hukum yang berkadilan rakyat,” ujarnya.

Selain itu, sosok Supandi memang dikenal sangat sederhana namun berwibawa. Beliau berasal dari keluarga yang sederhana dari desa Saintis, Medan, Sumatera Utara. Perjuangannya dimulai dari hakim karir di PN Sabang, bersama-sama dengan M Hatta Ali. Beliau berasal dari keturunan ‘koeli kontrak’ dimana kakek dan nenek buyutnya diculik oleh pasukan Cong Afie, seorang juragan pemasok tenaga kerja bagi perkebunan Hindia Belanda. Perjuangan Supandi menapaki karirnya sebagai Hakim Agung penuh lika-liku kehidupan yang melodrama. Hal itulah yang membuat khalayak banyak menaruh perhatian agar sosok sederhana itu bisa memimpin MA kedepannya.