Resmi Diluncurkan ‘Global Influencer School’ Siapkan 1000 Milenial Influencer Global

JAKARTA, theindonesiatimes – Ingin mengimbangi para influencer dari Korea dan Amerika, hari ini Global Influencer School (GIS) resmi diluncurkan. Dan GIS digadang-gadang akan menjadi satu-satunya sekolah Influencer Global pertama yang ada di Asia Tenggara.

“Asumsi atau persepsi orang-orang soal influencer itu adalah berapa banyak jumlah followernya di akun medsos padahal sebenarnya bukan itu, tapi lebih kepada konten yang disampaikan ke publik dan menjadi seberapa kuat pengaruh untuk banyak orang. Dan Global Influencer School ini didirikan bukan untuk mereka yang bertujuan ingin terkenal atau punya banyak follower di medsos, tetapi untuk mendorong agar setiap orang bisa memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi banyak orang, sehingga menjadi terkenal dan punya banyak follower bukan itu tujuan dari sekolah ini karena 2 hal tersebut hanya menjadi bonus yang sifatnya tergantung dengan level manfaat yang diberikan oleh Influencer itu sendiri kepada publik secara global,” jelas Co Founder dan CEO Global Influencer School Hariqo Wibawa Satria.

Memiliki visi dan misi yang jelas, GIS yang didirikan pada tanggal 1 Agustus 2019 ini diungkap oleh King Bagus bahwa peserta yang bisa mengikuti sekolah ini adalah khusus untuk anak-anak yang termasuk kategori generasi milenial. Sementara untuk membantu memaksimalkan potensi yang ada dalam diri setiap anak, maka sebelumnya pihak sekolah akan menggunakan sebuah aplikasi canggih untuk meng-scan sidik jari dari para calon influencernya.

“Sekolah ini untuk anak-anak usia 16-25 tahun. Diutamakan untuk mereka yang menguasai bahasa asing seperti Inggris, Mandarin, Arab, Perancis, India, Spanyol, Jepang dll. Kita punya aplikasi psikologi pintar yang namanya AllSmart. Aplikasi tersebut mampu mendeteksi potensi dan minat individu secara detail, cepat dan akurat dengan memindai sidik jari,” ungkap Founder dan Chairman Global Influencer School King Bagus kepada media di acara peluncuran Global Influencer School di Hotel Horison Arcadia di Jakarta Pusat, Jumat (27/12).

“Kita upayakan beasiswa, tapi kalau enggak, mungkin bisa dibayar setengahnya. Tapi untuk lebih pastinya lagi soal biaya, tanggal 20 Januari bisa dilihat di website kita. Pendaftaran dibuka mulai dari tanggal 20 Januari hingga 20 Februari 2020. Per kuota kita buka untuk 50 orang. Ada 10 kali pertemuan, yang berarti dalam 1 minggu ada 4 kali pertemuan. Sejauh ini kita sudah menjalin kerjasama dengan Kemenpora, Kemenhan dan Dubes Kenya,” kata Hariqo.

Dengan visi ingin melahirkan influencer global yang bertanggung jawab mencerdaskan kehidupan, mewujudkan keadilan, perdamaian dunia dan peradaban agung yang berdasarkan Pancasila membuat GIS mendapat dukungan penuh dari hotel Horison Arcadia.

“GIS membantu Indonesia memenangkan persaingan global dengan meningkatkan SDM dari para influencer, dan bentuk support yang diberikan oleh pihak kami adalah fully support untuk semua program-programnya GIS. Dari 54 hotel Horison yang ada di seluruh Indonesia, pilot project GIS ini akan ada minimal di 10 kota dulu. Jadi nanti pertemuan para influencernya GIS diadakannya disini,” tutur GM Hotel Horison Arcadia Flaviana Ratnasari kepada Theindonesiatimes.Com saat ditemui usai acara.  (Danur Santi)