Supandi, Harapan Baru Buat Mahkamah Agung

JAKARTA, theindonesiatimes – Mahkamah Agung dalam bulan April 2020 memasuki babakan penting. Pemilihan ketua Mahkamah Agung yang baru akan digelar. Ini terkait dengan habisnya masa jabatan Hatta Ali sebagai Ketua MA yang akan memasuki masa pensiun.

Sejumlah kalangan pun menyoroti tentang pergantian pucuk pimpinan di MA itu. Termasuk dari kalangan anggota legislatif, DPR RI. Salah satunya datang dari Muhammad Raden Syafii atau yang biasa disapa Romo. Menurut politisi asal Partai Gerindra itu, sosok yang paling pas menggantikan Hatta Ali sebagai Ketua MA adalah Prof. Dr. Supandi, SH, M.Hum. “Beliau kini menjabat sebagai Ketua Muda bidang TUN, dan selama kepemimpinannya bidang TUN sangat berjalan solid dan mendapat apresiasi bagus dari masyarakat,” ujarnya kepada TheIndonesiaTime, Rabu (25/03/2020) lalu.

Selain itu, ujarnya, sosok Supandi dikenal sangat mumpuni baik dari sisi keilmuan maupun kepemimpinan. Supandi, katanya, dikenal sangat dekat dengan kalangan akademisi yang merupakan sumber ilmu hukum. “Beliau melanjutkan tradisi hakim agung untuk selalu mendekat pada kampus, ini bagus untuk sinergi teori ilmu dan praktek ilmu,” paparnya lagi.

Bukan itu saja. Beberapa bulan belakangan Supandi melahirkan keputusan hukum yang dianggap berpihak pada kepentingan keadilan. Putusannya terkait dengan pembatalan kenaikan iursan BPJS, 20 Januari 2020 lalu. Beliau duduk sebagai ketua majelis dalam perkara tersebut. “Putusan itu sangat berpihak pada keadilan dan kepentingan rakyat,” tambahnya lagi.

Menurut Raden Syafi’i lagi, sosok Supandi dikenal memiliki integritas dan hati nurani yang baik sebagai hakim. “MA memerlukan wajah baru yang mampu mempertahankan public trust dan menjaga tegaknya keadilan,” tegasnya lagi.

Selain itu, Supandi juga secara tegas mengabulkan permohonan Ketua Umum Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan, Megawati Soekarnoputri terkait sengketa peralihan suara bagi calon anggota legislatif yang meninggal dunia. “Keputusan itu memberikan kembali hak-hak hukum partai politik agar berjalan sesuai dengan rule-nya, itu sangat bagus yang diterapkan oleh MA, bertahan pada keadilan,” paparnya lagi.

Karena, sambungnya, parpol menjadi lembaga yang memiliki otoritas untuk menilai tentang kader terbaik yang berhak duduk sebagai wakilnya di legislatif. “Dengan keputusan itu maka mesin parpol sebagai lembaga politik dan pengkaderan akan berjalan kembali, setelah selama ini secara hukum menjadi dilimpahkan kepada entitas lain,” terangnya lagi.

Dari track reccord itu, Raden Syafii menilai sosok Supandi sangat layak duduk sebagai Ketua MA menggantikan Hatta Ali. “Ini merupakan harapan baru bagi masyarakat Indonesia,” tambahnya lagi. (Irw)