Taman Safari Indonesia Tetap Buka, Kendati Wabah Corona Melanda

BOGOR, theindonesiatimes – Manajemen Taman Safari Indonesia, Bogor, Jawa Barat menerapkan kebijakan khusus dalam upaya pencegahan penyebaran virus corona. Kebijakan ini dikeluarkan setelah pemerintah mengumumkan warga Indonesia positif terjangkit virus corona.

“Berkaitan dengan informasi perihal Covid-19 dimana-mana, kami turut prihatin dengan keadaan ini dan mendoakan pemerintah baik pusat maupun daerah dapat segera menanggulangi penyebaran virus ini dan mampu menciptakan anti virus sehingga korban positif dapat berangsur terobati dan bisa disembuhkan,” ujar Area General Manager Taman Safari Indonesia, Bogor, Emeraldo Parengkuan

Dikatakan Emeraldo, Taman Safari Indonesia tetap beroperasi seperti biasa yakni dibuka mulai pukul 08.30 – 17.00 (hari biasa) dan pukul 08.00 – 17.00 (akhir pekan).

“Lokasi yang terbuka dan asri dengan pepohanan mampu memberikan udara dan oksigen yang baik bagi pengunjung. Satwa yang ada juga di cek kesehatannya secara rutin karena sudah merupakan prosedur tetap kami yang dibantu oleh tim kedokteran, laboratorium dan rumah sakit hewan yang tersedia di lokasi kami,” tutur Emeraldo.

Namun demikian, lanjut Emeraldo, pihaknya juga mengikuti anjuran Pemerintah untuk menyediakan langkah-langah pencegahan penyebaran covid-19 yang dilakukan secara seksama, antara lain:

Pertama, memberikan edukasi baik kepada pengunjung maupun karyawan mengenai langkah pencegahan penyebaran covid-19 melalui pengumuman tertulis yang ditempelkan di beberapa lokasi.

Kedua, menempatkan cairan anti septic (dengan kandungan sodium hypochorine, crestol, alcohol, HOCL) di area publik
Ketiga, melakukan penyemprotan cairan antiseptic secara berkala di area publilk dan non publik

Keempat, melakukan cek kesehatan secara regular kepada semua staff dan melakukan cek suhu badan setiap hari

Kelima, memantau kesehatan hewan-hewan secara regular dan memberikan vitamin oleh tim dokter hewan
Keenam, melakukan pembersihan menggunakan cairan antiseptic pada fasilitas umum yang sering dipegang manusia seperti pegangan pintu, keran air, pegangan tangga, meja, dll.

Ketujuh, memberikan pembekalan kepada staf perihal covid-19 dan pencegahannya

“Adalah merupakan tujuan kami untuk menciptakan lingkungan konservasi ini yang sehat dan bahagia bagi hewan dan manusia sehingga semua dapat menikmatinya,” pungkas Emeraldo. (Red)