The Indonesia Times - Pelestarian budaya Betawi di Jakarta Timur mendapat warna baru lewat program kreatif bertajuk Sorak Betawi Condet yang digelar mahasiswa London School of Public Relations (LSPR) Institute of Communication & Business. Kegiatan ini tidak hanya menampilkan budaya tradisional, tetapi juga mendorong transformasi digital sebagai strategi pelestarian di era modern.
Berlokasi di Balai Budaya Condet, Kelurahan Balekambang, program yang berlangsung sejak 5 hingga 21 Juni 2026 ini menjadi ruang kolaborasi antara mahasiswa, komunitas budaya, dan warga setempat. Fokus utamanya adalah memperkuat identitas budaya Betawi melalui pendekatan edukasi, kreativitas, dan teknologi.
Ketua Pelaksana Sorak Betawi Condet, Nailah Inayah Humail, mengatakan kegiatan ini dirancang agar budaya Betawi tetap relevan di tengah perubahan zaman.
Baca juga: Hadapi Lonjakan Serangan Siber, Linknet Perkuat Infrastruktur Keamanan
Menurutnya, pelestarian budaya tidak cukup hanya dengan pertunjukan, tetapi juga perlu pendekatan yang dekat dengan generasi muda.
“Budaya Betawi bisa tetap hidup kalau dikemas dengan cara yang kreatif dan melibatkan banyak pihak, termasuk anak muda dan teknologi digital,” ujarnya, Sabtu (20/6/2026).
Salah satu hal yang membedakan program ini adalah adanya pelatihan digital bagi masyarakat melalui kegiatan Ngabimbing Pade-Pade. Warga dibekali keterampilan membuat konten, mengelola media sosial, hingga mempromosikan budaya lokal di platform digital.
Baca juga: PaninBank Luncurkan Aplikasi Perbankan Digital untuk Nasabah
Dosen LSPR, Dr. Alexander Mamby Aruan, menilai kegiatan ini sebagai bentuk nyata penerapan ilmu komunikasi dalam pengabdian masyarakat. Ia menekankan pentingnya keberlanjutan program agar dampaknya tidak berhenti pada acara seremonial semata.
“Mahasiswa belajar tidak hanya teori, tetapi juga bagaimana membangun program yang berdampak langsung dan berkelanjutan,” jelasnya.
Dari sisi komunitas, Ketua Pokdarwis Kampung Condet, Dicky Arfansuri, mengapresiasi pendekatan kreatif yang digunakan dalam kegiatan ini. Ia menilai pelestarian budaya akan lebih efektif jika dikemas secara interaktif dan sesuai dengan minat generasi muda.
Baca juga: Digital Edge Gelontorkan Rp72 Triliun, CGK Campus Disiapkan Jadi Mesin AI Nasional
Puncak acara Sorak Betawi Condet juga menghadirkan berbagai kegiatan budaya seperti talkshow, workshop tari Betawi, kelas Gambang Kromong, fashion Betawi, hingga pelatihan pembuatan emping. Pengunjung turut dimanjakan dengan bazar kuliner khas Betawi seperti kerak telor dan bir pletok.
Melalui kombinasi edukasi budaya dan digitalisasi, Sorak Betawi Condet menjadi contoh bagaimana pelestarian budaya lokal dapat beradaptasi dengan perkembangan zaman tanpa kehilangan akar tradisinya. (Denny Pohan)
Editor : Rico