The Indonesia Times - Upaya memperkuat pembelajaran inklusif terus dilakukan melalui inovasi media terapi dan pendidikan bagi anak berkebutuhan khusus. Dosen Fakultas Teknik Universitas Negeri Jakarta (FT UNJ) menghadirkan pelatihan pengembangan media intervensi sensorik taktil berbasis tekstil bagi guru dan terapis di SLB C Kyriakon, Jakarta Selatan.
Kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang digelar pada 1 Agustus 2026 ini diikuti 19 pendidik dan terapis. Pelatihan difokuskan pada teknik monumental tekstil sebagai media stimulasi sensorik yang dapat diterapkan langsung dalam proses belajar dan terapi anak.
Ketua tim pengabdian, Vera Utami Gede Putri, menjelaskan bahwa anak dengan autisme, ADHD, maupun gangguan pemrosesan sensorik sering mengalami hambatan dalam menerima dan merespons rangsangan dari lingkungan.
“Kondisi ini dapat memengaruhi konsentrasi, perilaku, hingga kenyamanan anak dalam belajar. Karena itu, dibutuhkan media intervensi yang tepat, kreatif, dan mudah diterapkan,” ujar Vera, Rabu (5/8/2026).
Melalui pendekatan tekstil, peserta dilatih membuat media taktil yang mampu merangsang indera peraba anak secara lebih optimal. Selain itu, metode ini dinilai fleksibel karena dapat disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing anak.
Perwakilan SLB C Kyriakon, Kris Sri Rahayu, menyambut baik kegiatan tersebut. Menurutnya, pelatihan ini memberikan tambahan keterampilan praktis yang dapat langsung digunakan untuk meningkatkan kualitas layanan pendidikan dan terapi di sekolah.
“Kami berharap kerja sama seperti ini terus berlanjut agar kompetensi guru dan terapis semakin berkembang,” ujarnya.
Selain dosen, mahasiswa UNJ juga dilibatkan sebagai pendamping dalam pelatihan. Keterlibatan ini tidak hanya memperkuat transfer pengetahuan, tetapi juga memberi pengalaman langsung dalam penerapan keilmuan di masyarakat.
Peserta pelatihan menilai materi yang diberikan bersifat aplikatif dan membuka wawasan baru dalam menciptakan media pembelajaran yang inovatif. Mereka berharap kegiatan serupa dapat terus dikembangkan dengan variasi metode yang lebih luas.
Melalui program ini, UNJ mendorong pemanfaatan media berbasis tekstil sebagai alternatif intervensi sensorik yang mudah diakses dan berkelanjutan, sekaligus memperkuat praktik pendidikan inklusif di tingkat sekolah.