The Indonesia Times - Ekonomi hijau menjadi salah satu isu utama yang dibahas mahasiswa Ekonomi Islam dalam Pekan Ilmiah dan Olahraga NASKALA (Nafas Asah dalam Karya dan Langkah) 2026. Kegiatan yang digelar Himpunan Mahasiswa Jurusan (HMJ) Ekonomi Islam tersebut dibuka di Aula Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam, Rabu (16/9/2026).

Pembahasan ekonomi hijau diarahkan pada bagaimana pembangunan berkelanjutan dapat berjalan sejalan dengan prinsip-prinsip ekonomi Islam. Tema tersebut diangkat dalam seminar nasional bertajuk “Membangun Ekonomi Hijau dalam Wacana Ekonomi Islam”.

Seminar menghadirkan Ariesman M., S.TP., M.Si., Muhammad Fadhil, S.Pd.I., M.Pd., serta Ketua Jurusan Ekonomi Islam Dr. Sirajuddin, S.E.I., M.E. Pembahasan mencakup keterkaitan ekonomi hijau dengan sektor ekonomi, pendidikan, serta pengembangan keilmuan Islam.

Isu keberlanjutan menjadi perhatian karena konsep ekonomi hijau tidak hanya berkaitan dengan lingkungan, tetapi juga menyangkut pola pembangunan dan pemanfaatan sumber daya. Dalam konteks ekonomi Islam, pembahasan tersebut berkaitan dengan prinsip pengelolaan sumber daya secara bertanggung jawab.

Ketua Jurusan Ekonomi Islam Dr. Sirajuddin turut hadir dalam pembukaan bersama Wakil Dekan I Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam Dr. Rahman Ambo Masse, Lc., M.Ag., dan Sekretaris Jurusan Muhammad Nasri Katman, S.E., M.Ak.

Selain seminar, NASKALA 2026 diisi berbagai kompetisi mahasiswa. Cabang olahraga meliputi futsal dan badminton, sedangkan bidang ilmiah mencakup debat, video kreatif, infografis, dan esai.

Rangkaian pembukaan juga menghadirkan penampilan seni, termasuk tari Paduppa, serta sambutan dari perwakilan organisasi mahasiswa.

Melalui kombinasi kegiatan ilmiah, olahraga, dan seni, NASKALA menjadi ruang bagi mahasiswa untuk mengembangkan kemampuan akademik, kreativitas, serta berpikir kritis. Rangkaian kegiatan selanjutnya akan dilanjutkan dengan berbagai perlombaan yang melibatkan mahasiswa.