The Indonesia Times - Arab Saudi meningkatkan kewaspadaan setelah serangkaian serangan rudal dan drone kelompok Houthi menyasar wilayah kerajaan tersebut. Peringatan darurat sempat dikeluarkan untuk sejumlah kota, termasuk Jeddah dan Taif, di tengah eskalasi konflik yang mulai menyentuh kawasan perkotaan dan infrastruktur strategis Saudi.
Situasi keamanan di kawasan Mekkah ikut menjadi perhatian setelah otoritas Saudi mengeluarkan imbauan keselamatan kepada masyarakat di wilayah barat. Warga diminta berlindung di dalam bangunan, menjauhi jendela, balkon, atap, serta area terbuka ketika peringatan bahaya berlangsung.
Aktivitas Houthi menjadi salah satu pemicu utama meningkatnya kewaspadaan tersebut. Kelompok yang beroperasi dari Yaman itu melancarkan serangan rudal dan drone ke sejumlah sasaran di Arab Saudi, termasuk fasilitas militer. Dalam serangan terbaru, 13 warga sipil dilaporkan terluka setelah serangan yang menargetkan pangkalan militer di Khamis Mushait.
Namun, ancaman tersebut tidak hanya berdampak pada aspek keamanan. Serangan terhadap infrastruktur energi Saudi mulai memunculkan kekhawatiran terhadap pasokan minyak dunia. Jalur pipa East-West Saudi dilaporkan terdampak serangan, sementara harga minyak Brent sempat menembus lebih dari US$108 per barel sebelum bergerak lebih rendah.
Perkembangan ini membuat eskalasi konflik Yaman berpotensi berubah menjadi persoalan keamanan dan energi global. Houthi juga memperluas pengaruhnya di sepanjang pesisir Laut Merah dan menguasai sejumlah titik strategis menuju Selat Bab el-Mandeb, jalur penting bagi perdagangan dan pengiriman energi internasional.
Di sisi lain, Badan Pertahanan Sipil Saudi kemudian menyatakan ancaman telah berlalu di sejumlah wilayah yang sebelumnya menerima peringatan, antara lain Jeddah, Taif, Abha, Jazan, AlUla, dan Yanbu. Pernyataan tersebut menunjukkan bahwa status peringatan dapat berubah mengikuti perkembangan ancaman di lapangan.
Meski sebagian peringatan telah dicabut, eskalasi terbaru menunjukkan konflik Saudi-Houthi memasuki fase yang lebih berisiko. Serangan terhadap kota, pangkalan militer, serta infrastruktur energi membuat Riyadh menghadapi tekanan keamanan yang sekaligus berpotensi mengganggu stabilitas pasar minyak dan jalur perdagangan Laut Merah.
Perkembangan selanjutnya akan sangat bergantung pada respons Saudi terhadap serangan Houthi serta kondisi di pesisir Laut Merah. Jika serangan terhadap fasilitas energi dan jalur transportasi terus berlanjut, dampaknya berpotensi melampaui kawasan Timur Tengah dan menjalar ke pasar energi global.