The Indonesia Times - Sebanyak 64 jurnalis dari berbagai media mengadu strategi dalam Turnamen Domino Jurnalis Kemerdekaan 2026 di Hanaka Social Space, Surabaya, Sabtu (22/8/2026).
Kompetisi yang memperebutkan Piala Federasi Olahraga Domino Nasional (ORADO) Jawa Timur itu tidak sekadar menjadi ajang hiburan. Turnamen turut menjadi sarana memperkenalkan domino sebagai olahraga yang memiliki sistem kompetisi dan berorientasi pada prestasi.
Baca juga: Sengketa Reputasi Digital Harus Tempuh Mekanisme UU Pers
Kegiatan digelar Rumah Literasi Digital (RLD) bersama TIMES Indonesia sebagai media partner untuk memeriahkan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.
Agenda tersebut juga dirangkai dengan Lomba Foto On The Spot yang digelar Pewarta Foto Indonesia (PFI) Surabaya dan terbuka bagi masyarakat umum.
Asisten I Provinsi Jawa Timur Imam Hidayat menilai domino memiliki peluang untuk berkembang menjadi olahraga yang mampu melahirkan atlet berprestasi.
Menurutnya, domino memiliki keunggulan karena tidak membutuhkan fasilitas olahraga yang besar. Di sisi lain, permainan tersebut tetap menuntut konsentrasi dan kemampuan bekerja sama.
"Saya rasa ini ada suatu hal yang bisa dikembangkan. Ada suatu olahraga yang memang tidak membutuhkan ruang terlalu besar, tetapi masih bisa berprestasi," ujar Imam seusai menjajal meja pertandingan PB ORADO saat pembukaan turnamen.
Ia mengatakan status domino sebagai olahraga resmi yang diakui Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) perlu diikuti dukungan dari pemerintah dan masyarakat.
Imam bahkan membuka peluang munculnya atlet-atlet domino dari berbagai kelompok masyarakat, termasuk kalangan jurnalis.
Ia berharap domino dapat diterima sebagai olahraga sebagaimana cabang lain yang sudah lebih dahulu populer, seperti bridge dan catur.
Namun, masih ada pekerjaan rumah yang harus diselesaikan. Imam menilai sebagian masyarakat masih mengidentikkan domino dengan permainan biasa atau perjudian.
Karena itu, organisasi olahraga dan media dinilai mempunyai peran penting untuk mengubah persepsi tersebut melalui edukasi dan pemberitaan yang positif.
"Bagaimana mengangkat domino sebagai suatu olahraga yang berprestasi. Jadi, tidak melulu sesuatu yang asosiasinya dengan permainan atau judi," katanya.
Sekretaris Umum KONI Jawa Timur Akmal Budiyanto menyambut positif turnamen yang mempertemukan komunitas jurnalis dengan organisasi olahraga.
Menurut Akmal, media dapat membantu memperluas informasi kepada masyarakat bahwa domino telah resmi menjadi cabang olahraga yang diakui KONI.
"Domino sekarang sudah menjadi cabang olahraga yang resmi dan sah, serta diakui oleh KONI. Karena itu, arahnya harus menjadi olahraga prestasi," tegasnya.
Akmal menyebut domino bukan sesuatu yang asing bagi masyarakat. Permainan tersebut telah lama menjadi bagian dari aktivitas sosial ketika warga berkumpul.
Kini, ORADO perlu mengembangkan kebiasaan bermain domino menjadi olahraga dengan aturan, sistem pertandingan, serta pembinaan atlet yang terukur.
Baca juga: Hanaka Social Space Surabaya Jadi Markas Baru Komunitas Cosplay
KONI Jatim, kata Akmal, juga mendorong ORADO mempercepat pembinaan atlet. Saat ini kepengurusan ORADO telah terbentuk di 38 kabupaten/kota di Jawa Timur.
"Animonya sangat besar. Tinggal pengurus ORADO Jawa Timur membuat program-program yang menyentuh langsung kegiatan-kegiatan yang menghasilkan atlet-atlet berprestasi," ujarnya.
Ia menambahkan, dukungan anggaran melalui hibah APBD dapat dimanfaatkan untuk kegiatan organisasi maupun pembinaan atlet sesuai ketentuan yang berlaku.
Ketua Harian ORADO Jawa Timur Mulyadi mengatakan turnamen jurnalis menjadi salah satu cara untuk memperkenalkan wajah baru domino kepada publik.
"Kami berharap domino bisa disosialisasikan melalui teman-teman pewarta dan rekan-rekan media semuanya bahwa domino hari ini telah diakui secara resmi sebagai cabang olahraga," kata Mulyadi.
Ia mengatakan domino ke depan dapat dipertandingkan dalam berbagai kejuaraan, mulai tingkat provinsi hingga kompetisi pada jenjang yang lebih tinggi.
ORADO Jatim bahkan telah menetapkan kegiatan bersama jurnalis sebagai bagian dari kalender tahunan organisasi.
"Kami sudah menetapkan bahwa event bersama teman-teman jurnalis masuk dalam kalender kegiatan tahunan ORADO Jawa Timur," ungkapnya.
Menurut Mulyadi, pengembangan domino juga berlangsung serentak di sejumlah daerah. Kegiatan ORADO sejauh ini telah menyentuh hampir seluruh 38 kabupaten/kota di Jawa Timur.
Baca juga: GMNI Surabaya Raya Gandeng Rumah Literasi Digital, Latih Kader Menulis Berita Kredibel
Pada hari yang sama, ORADO Jatim menggelar beberapa agenda. Selain turnamen jurnalis di Surabaya, terdapat kegiatan lain di Surabaya dan Kabupaten Jombang.
"Kami secara simultan melaksanakan event-event yang berhubungan dengan domino ORADO Provinsi Jawa Timur," ucapnya.
Direktur RLD Andika Ismawan melihat adanya kesamaan antara karakter permainan domino dengan aktivitas jurnalistik.
Ia menyebut domino sebagai olahraga pikiran atau mind sport yang membutuhkan strategi, daya ingat, konsentrasi, serta kemampuan mengendalikan emosi.
Kemampuan tersebut juga diperlukan jurnalis ketika bekerja di lapangan. Jurnalis harus mampu berpikir cepat, mengingat informasi, menentukan langkah, dan tetap menjaga kontrol emosi saat menghadapi situasi yang dinamis.
"Olahraga domino merupakan olahraga pikiran atau mind sport yang melatih strategi, daya ingat, dan kontrol emosi. Hal itu sejalan dengan cara-cara kerja jurnalis di lapangan," tutur Andika.
Turnamen Domino Jurnalis Kemerdekaan 2026 mendapat dukungan dari berbagai perusahaan, lembaga, pelaku usaha, dan individu.
Dukungan antara lain datang dari Bank Jatim, PT Jaya Sejati Logistik, PT Gudang Garam Tbk, Pertamina Gas Negara, PT Sinergi Gula Nusantara, XLSMART, PT Sinergi Inti Mineral, Adella Kanasya Adies, Bambang Haryo Soekartono, Sate Asin Garuda, Unitomo Surabaya, Kayu Jati, Hanaka Social Space, ORADO Kabupaten Gresik, Kokoon Hotel Surabaya, Java Paragon, The Westin Hotel Pakuwon, Excotel, Jamu Iboe, Novotel Samator, Aston Sidoarjo City Hotel & Conference, KHAS Hotel, serta MORA Group.
Kolaborasi tersebut mempertemukan jurnalis, komunitas, organisasi olahraga, dan masyarakat dalam satu kegiatan. Lebih dari sekadar kompetisi, turnamen menjadi bagian dari upaya memperluas penerimaan domino sebagai olahraga yang mengedepankan strategi, konsentrasi, sportivitas, dan prestasi.
Editor : Rico