Naik Kelas, Olahraga Domino di Jawa Timur Bakal Dibina Berjenjang

Reporter : Ronaldy Hehakaya
Kepala Bidang Olahraga Prestasi Dispora Jatim, A. Wahab saat membuka Turnamen Domino Jurnalis Kemerdekaan 2026 di Surabaya. Foto/RLD

The Indonesia Times - Dinas Kepemudaan dan Olahraga Jawa Timur mempercepat transformasi domino dari sekadar permainan rakyat menjadi cabang olahraga prestasi yang terukur. Langkah ini diambil menyusul tingginya antusiasme masyarakat serta meluasnya kompetisi resmi di tingkat daerah.

Kehadiran induk organisasi Federasi Olahraga Domino Nasional (ORADO) di Jawa Timur menjadi momentum penting untuk mengubah citra permainan ini. 

Baca juga: Turnamen Domino Jurnalis Digelar, ORADO Jatim Siapkan Agenda Tahunan

Domino kini tak lagi dipandang sebagai pengisi waktu luang, melainkan mind sport atau olahraga otak yang menuntut analisis, konsentrasi, dan strategi tinggi.

Kepala Bidang Olahraga Prestasi Dispora Jatim, A. Wahab, menegaskan bahwa potensi besar penggemar domino harus segera diwadahi dalam sistem pembinaan yang legal dan kompetitif.

"Domino di Jawa Timur sedang memasuki fase transisi yang sangat krusial. Basis peminat yang masif perlu diimbangi dengan soliditas organisasi dan kejuaraan yang berjenjang," ujar Wahab di Surabaya, Jumat (28/8/2026).

Untuk melahirkan atlet berdaya saing, Dispora Jatim merancang pola pembinaan terstruktur berbasis kelompok usia, mulai dari kategori pelajar, mahasiswa, umum, hingga kelas master. 

Pemerintah daerah juga mendorong penyelenggaraan kejuaraan berskala nasional di berbagai kabupaten dan kota dengan mengandalkan sinergi bersama dunia usaha.

Selain pemusatan latihan, penguatan ekosistem bakal menyentuh aspek teknis seperti sertifikasi pelatih, wasit, dan juri. 

Baca juga: Sengketa Reputasi Digital Harus Tempuh Mekanisme UU Pers

Pendekatan ilmiah melalui sport science serta psikologi olahraga turut disiapkan agar performa para atlet dapat diukur secara presisi.

Upaya mengenalkan domino sebagai olahraga prestasi juga tercermin dalam Turnamen Domino Jurnalis Kemerdekaan 2026 di Surabaya yang diikuti 64 wartawan dari pelbagai daerah. 

Keterlibatan insan pers dinilai efektif untuk mengikis stigma negatif yang selama ini melekat pada permainan meja ini.

"Ketika jurnalis ikut bertanding dan meliput secara objektif, masyarakat akan melihat domino sebagai olahraga otak yang mengedepankan etika dan disiplin," kata Wahab.

Baca juga: Hanaka Social Space Surabaya Jadi Markas Baru Komunitas Cosplay

Dengan ekosistem olahraga Jawa Timur yang sudah terbangun kompetitif, Dispora optimistis daerah ini mampu menjadi barometer kekuatan atlet domino nasional. 

Para pemain pun diimbau terus mengasah ketajaman berpikir dan menjaga profesionalisme di atas meja tanding.

 

Editor : Doni Nugroho

Nasional
Berita Populer
Berita Terbaru