The Indonesia Times - Efisiensi proses kerja menjadi perhatian dalam operasional terminal peti kemas di Belawan, Medan. Salah satu upaya yang dilakukan adalah meningkatkan kemampuan pekerja dalam menemukan pemborosan dan memperbaiki proses kerja secara sistematis.
Pendekatan tersebut diterapkan melalui BNCT Lean Training 2026 yang berlangsung pada 14, 15, dan 17 September 2026 di lingkungan operasional PT Belawan New Container Terminal (BNCT).
Baca juga: Warga Medan Deli Resah, Bau Solar Menyengat Diduga Berasal dari Gudang Penimbunan BBM
Pelatihan tersebut diikuti para lead dan perwakilan pegawai dari berbagai departemen. Materi yang diberikan mencakup prinsip Lean, identifikasi pemborosan (waste), pemecahan masalah, hingga standardisasi proses kerja.
Peserta juga dilatih mengidentifikasi akar persoalan dalam proses kerja dan menyusun solusi yang dapat diterapkan untuk meningkatkan efisiensi operasional terminal peti kemas.
Corporate Secretary BNCT Rizki Affandi Nasution mengatakan penerapan Lean tidak hanya berkaitan dengan metode kerja, tetapi juga pola pikir untuk mendorong perbaikan secara berkelanjutan.
Baca juga: Polrestabes Medan Gerebek THM di Patumbak, 5 Pil Ekstasi Disita
“Lean bukan sekadar metode untuk meningkatkan efisiensi, melainkan sebuah pola pikir yang mendorong kita untuk terus melakukan perbaikan,” kata Rizki, Jumat (2/10/2026).
Menurut dia, keterlibatan pegawai dari berbagai departemen diharapkan dapat membangun pemahaman yang sama mengenai upaya peningkatan kinerja operasional.
Baca juga: Satreskrim Polres Belawan Ringkus Pelaku Curas, Bacok Korban Demi Rp900 Ribu
Rizki menambahkan, gagasan perbaikan yang muncul dari pelatihan diharapkan dapat diterapkan dalam aktivitas kerja sehari-hari, bukan berhenti pada pemahaman teori.
Melalui pelatihan tersebut, BNCT menargetkan terbentuknya proses kerja yang lebih terstandar dengan pendekatan perbaikan berkelanjutan dalam aktivitas operasional terminal peti kemas.
Editor : Rico