The Indonesia Times - Perkembangan perangkat rumah pintar di Indonesia dinilai semakin mengarah pada kebutuhan sistem yang terintegrasi dan mudah diakses dalam satu platform.
Marketing Manager EZVIZ Indonesia, Oktavia Mega Wati, mengatakan penggunaan perangkat dari vendor berbeda selama ini kerap membuat sistem smart home berjalan tidak optimal.
Baca juga: Presiden Hadiri Akad Massal KPR FLPP, Puluhan Ribu Rumah Disalurkan
“Kampanye ini menunjukkan bagaimana sistem keamanan rumah dapat terhubung dalam satu ekosistem. Pengguna bisa memantau kondisi rumah, mengontrol akses pintu, hingga mendapatkan notifikasi keamanan secara real-time dengan lebih mudah,” ujarnya, Kamis (28/5/2026).
Menurutnya, integrasi antara kamera keamanan dan smart lock menjadi salah satu solusi untuk meningkatkan efisiensi sekaligus respons sistem terhadap potensi gangguan keamanan.
Baca juga: Penipuan Investasi Properti Marak di Bali, Warga Negara Asing jadi Korban
Oktavia menambahkan, kebutuhan masyarakat saat ini tidak hanya pada kemudahan penggunaan, tetapi juga pada sistem yang mampu memberikan perlindungan menyeluruh dalam aktivitas sehari-hari. “Perangkat tidak lagi berdiri sendiri, tetapi harus saling terhubung agar bisa memberikan pengalaman yang lebih praktis dan responsif,” katanya.
Ia juga menyoroti pentingnya pengembangan sistem yang mendukung keamanan data pengguna, seiring meningkatnya penggunaan perangkat berbasis internet di lingkungan rumah tangga.
Perkembangan ini menandai perubahan tren smart home di Indonesia, dari sekadar penggunaan perangkat individual menuju sistem keamanan yang terintegrasi dan berbasis ekosistem digital.
Editor : Rico