The Indonesia Times - Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) memperkuat peran masyarakat sipil dalam mitigasi bencana dengan meluncurkan organisasi Sinergi Aksi Peduli Bangsa (SIGAP BANGSA). Inisiatif ini difokuskan pada pembentukan relawan terlatih yang siap merespons bencana secara cepat dan terukur.
Peluncuran dilakukan langsung oleh Ketua Umum PKB Abdul Muhaimin Iskandar di Pusat Pendidikan dan Pelatihan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Sentul, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Sabtu (18/7/2026).
Muhaimin menilai keterlibatan masyarakat menjadi faktor penting dalam memperkuat kapasitas nasional menghadapi bencana.
Menurutnya, jumlah dan kesiapan relawan harus terus ditingkatkan untuk melengkapi keterbatasan personel penanggulangan bencana yang ada.
“Indonesia membutuhkan lebih banyak relawan yang memiliki keterampilan kebencanaan. Partisipasi publik sangat penting agar respons terhadap bencana bisa lebih cepat dan efektif,” ujarnya.
Sebagai langkah awal, SIGAP BANGSA telah menyiapkan 250 relawan yang telah mendapatkan pelatihan dasar tanggap bencana. Program tersebut akan diperluas ke berbagai daerah untuk membangun jaringan relawan yang lebih luas dan siap diterjunkan kapan pun dibutuhkan.
Ketua DPP PKB Bidang Penanggulangan Bencana Marwan Dasopang mengatakan pembentukan SIGAP BANGSA menjadi bagian dari perluasan peran PKB dalam isu sosial kemasyarakatan, sekaligus menandai momentum Harlah ke-28 partai tersebut.
PKB berharap kehadiran SIGAP BANGSA dapat memperkuat kolaborasi antara masyarakat, pemerintah, dan pemangku kepentingan lainnya dalam membangun budaya siaga bencana serta meningkatkan ketangguhan nasional menghadapi berbagai risiko bencana.