The Indonesia Times - Sebuah foto Gunung Anak Krakatau yang dikirim pemandu wisata Heriyanto menjadi pesan terakhir dari kapal yang membawa lima jurnalis dan tiga awak sebelum hilang kontak di perairan Selat Sunda.

Foto tersebut dikirim Heriyanto ke grup WhatsApp pada Senin (7/9/2026) sekitar pukul 18.13 WIB. Dalam gambar terlihat Gunung Anak Krakatau mengeluarkan asap tanpa terhalang pulau lain.

Rekan sesama pemandu wisata, Yandi, mengatakan Heriyanto saat itu juga mengabarkan bahwa rombongan sudah berada di sekitar Gunung Anak Krakatau. Yandi sempat membalas foto tersebut dan menghubungi Heriyanto secara pribadi.

Namun, pesan yang dikirim Yandi tidak pernah terkirim hingga akhirnya hanya menunjukkan tanda centang satu. Sejak saat itu, komunikasi dengan kapal tersebut terputus.

Upaya pencarian terus dilakukan tim SAR gabungan. Pada Jumat (11/9/2026), tim menyisir sejumlah pulau di sekitar Gunung Anak Krakatau, termasuk Pulau Rakata, Pulau Panjang, dan Pulau Sertung.

Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Basarnas Banten Al Amrad mengatakan penyisiran darat di tiga pulau tersebut belum menemukan tanda keberadaan korban. “Hasilnya nihil,” kata Amrad.

Pencarian juga dilakukan melalui jalur udara menggunakan helikopter HR 3604 milik TNI. Helikopter tersebut menyisir wilayah sekitar lokasi kejadian perkara (LKP) dan titik terakhir kapal dilaporkan hilang kontak selama sekitar satu jam.

“Satu sektor lagi itu ada HR TNI Rescue 3604 melakukan pencarian kurang lebih sekitar satu jam penyisiran di wilayah sekitar LKP dan titik hilang lost kontaknya speed boat tersebut,” ujar Amrad, Sabtu (12/9/2026).

Menurut Amrad, kondisi cuaca pada Jumat cukup mendukung sehingga tim dapat mendekati dan melakukan penyisiran di sejumlah pulau. Petugas yang melakukan pencarian di daratan juga dilengkapi alat pelindung diri (APD).

“Alhamdulillah, hari ini cuaca sangat mendukung, Gunung Anak Krakatau juga sangat mendukung, sehingga teman-teman bisa merapat di ketiga pulau tersebut dan bisa naik ke daratan untuk melakukan pencarian,” katanya.

Pencarian akan dievaluasi kembali untuk menentukan strategi pada Sabtu (12/9), yang menjadi hari kelima operasi SAR. Tim akan mempertimbangkan perluasan area pencarian serta pembagian sektor berdasarkan hasil evaluasi seluruh alat utama yang digunakan.

Lima jurnalis yang berada dalam kapal tersebut yakni M Bagus Khoirunnas dari Antara, Ari Basuki dari Merdeka.com, Yudistiro Pranoto dari iNews, Firman Daus dari Anadolu Agency, dan Donal Husni yang merupakan jurnalis lepas. Sementara tiga awak kapal terdiri atas Warta selaku kapten, Sukarman sebagai ABK, dan Heriyanto sebagai pemandu wisata.