The Indonesia Times - Momentum peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-59 Dewan Nasional Indonesia untuk Kesejahteraan Sosial (DNIKS) menegaskan pentingnya kolaborasi lintas sektor sebagai strategi utama dalam menekan angka kemiskinan di Indonesia.
Ketua Umum DNIKS A. Effendy Choirie menyatakan bahwa pendekatan konvensional yang bertumpu pada pemerintah saja tidak lagi cukup untuk menjawab kompleksitas persoalan kemiskinan saat ini.
Menurutnya, keterlibatan aktif berbagai pihak menjadi kunci agar program pengentasan kemiskinan berjalan lebih efektif dan berkelanjutan.
“Pengentasan kemiskinan harus menjadi gerakan bersama. Semua elemen bangsa perlu terlibat, mulai dari pemerintah, dunia usaha, hingga masyarakat,” ujarnya dalam peringatan HUT DNIKS bertema Memajukan Kesejahteraan Umum di Jakarta, Minggu (19/7/2026).
Ia menyoroti bahwa meskipun data Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat penurunan angka kemiskinan menjadi 23,85 juta jiwa atau 8,47 persen per Maret 2025, tantangan yang dihadapi masih besar. Kondisi tersebut menunjukkan masih banyak masyarakat yang hidup dalam keterbatasan ekonomi dan akses layanan dasar.
DNIKS juga menekankan pentingnya pendekatan kemiskinan multidimensi. Selain pendapatan, faktor seperti pendidikan, kesehatan, sanitasi, perumahan, hingga akses listrik dan air bersih dinilai menjadi indikator penting dalam mengukur kesejahteraan masyarakat secara menyeluruh.
Dalam momentum ini, DNIKS mendorong lima agenda prioritas nasional, yakni penghapusan kelaparan, peningkatan kualitas pendidikan dan keterampilan masyarakat miskin, perluasan lapangan kerja, perlindungan kelompok rentan, serta penguatan kolaborasi lintas sektor.
Effendy menegaskan, integrasi antara indikator kemiskinan berbasis data nasional dan pendekatan global dapat menjadi dasar kebijakan yang lebih komprehensif. Dengan sinergi tersebut, pemerintah dan pemangku kepentingan diharapkan mampu merumuskan solusi yang lebih tepat sasaran.
DNIKS optimistis, dengan semangat gotong royong dan kebijakan yang berpihak pada masyarakat, target Indonesia Sejahtera 2045 dapat tercapai. “Kemiskinan bukan takdir. Jika semua pihak bergerak bersama, kita bisa mempercepat penurunan kemiskinan secara signifikan,” tegasnya.