Pesawat Flydubai Nyaris Dibajak, 174 Penumpang Selamat Setelah Pilot Diserang

Reporter : Rico
Kapten Smit Machchhar, pilot asal India, meski terluka dan berlumuran darah berhasil membuka pintu kokpit. Foto dok Alzazera

The Indonesia Times - 174 penumpang Flydubai FZ 1703 selamat setelah penerbangan dari Dubai menuju Tel Aviv berubah menjadi situasi darurat ketika kopilot menikam kapten pilot di dalam kokpit, Rabu (30/9/2026).

Serangan tersebut membuat pesawat sempat menukik tajam. Ketinggian pesawat turun hampir 14.000 kaki dalam waktu kurang dari 30 detik sebelum situasi berhasil dikendalikan.

Baca juga: Arab Saudi Waspada Serangan Houthi, Mekkah dan Jeddah Masuk Peringatan Darurat

Kapten Smit Machchhar, pilot asal India, meski terluka dan berlumuran darah berhasil membuka pintu kokpit. Penumpang dan awak kemudian masuk dan membantu melumpuhkan kopilot.

Salah satu penumpang yang ikut menghadapi pelaku, Asaf Rajuan, menggambarkan situasi di dalam pesawat sebagai momen penuh kepanikan.

“Kami merasa tidak berdaya, seperti tergantung di udara, dan saya tidak tahu harus berpaling kepada siapa. Namun, semuanya adalah naluri untuk bertahan hidup,” kata Rajuan dalam pernyataan yang dibagikan kantor kepresidenan Israel.
Setelah kopilot berhasil dilumpuhkan, dua pilot lain yang berada di dalam pesawat mengambil alih kendali. Pesawat kemudian dialihkan dan melakukan pendaratan darurat di Tabuk, Arab Saudi.

Kapten Machchhar selanjutnya dibawa ke rumah sakit di Arab Saudi dan dilaporkan dalam kondisi stabil. Indian Embassy di Riyadh turut mengonfirmasi kondisi tersebut.

Baca juga: Jannah Firdaus Dinobatkan sebagai PPIU of The Year 2026

Sementara itu, kopilot ditahan oleh otoritas Saudi. Penyelidikan dilakukan untuk mengungkap motif serangan, termasuk kemungkinan adanya unsur terorisme. Seorang pejabat regional yang mengetahui penyelidikan mengatakan seluruh kemungkinan masih diperiksa.

“Semua skenario yang mungkin, dari terorisme hingga gangguan mental, sedang diperiksa. Untuk saat ini tidak ada yang dikesampingkan,” ujar pejabat tersebut, yang berbicara secara anonim karena penyelidikan masih berlangsung.
Peristiwa tersebut turut mendapat perhatian Presiden AS Donald Trump. Trump mengatakan dirinya telah berbicara dengan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mengenai insiden itu.

Di antara 174 orang dalam pesawat tersebut terdapat empat warga negara Amerika Serikat. Departemen Luar Negeri AS menyatakan pihaknya berkoordinasi dengan otoritas setempat untuk memberikan bantuan konsuler.

Baca juga: Jannah Firdaus Ubah Wajah Travel Umroh, Ini Kata CEO Wael Ahmed

Penerbangan tersebut akhirnya tidak melanjutkan perjalanan ke Tel Aviv dengan pesawat yang sama. Para penumpang kemudian tiba di Israel menggunakan penerbangan pengganti.

Penyelidikan terhadap motif kopilot masih berlangsung. Otoritas juga melibatkan sejumlah pihak terkait untuk mengurai secara lengkap bagaimana serangan di kokpit tersebut terjadi dan apakah terdapat tujuan tertentu di balik aksi tersebut.

Editor : Rico

Nasional
Berita Populer
Berita Terbaru