The Indonesia Times - Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu, Senin (5/10/2026) memerintahkan peninjauan menyeluruh terhadap sistem keamanan penerbangan internasional setelah kopilot Flydubai diduga berupaya mengambil alih pesawat dan mengarahkannya menuju wilayah Israel.

Insiden tersebut terjadi pada penerbangan Flydubai FZ1073 dari Dubai menuju Tel Aviv pada Rabu (30/9). Pesawat membawa 174 penumpang sebelum akhirnya berhasil melakukan pendaratan darurat dengan selamat di Arab Saudi.

Pemeriksaan awal otoritas Israel mengungkap dugaan bahwa kopilot asal Oman, Hamam Al Hammami, memiliki rencana untuk menyerang sasaran di Israel. Salah satu dugaan yang muncul adalah keinginannya menabrakkan pesawat ke Bandara Ben Gurion.

Sumber yang dikutip The Jerusalem Post menyebut Al Hammami telah mempelajari maskapai yang melayani penerbangan menuju Tel Aviv sebelum memilih Flydubai. Ia juga disebut beberapa kali berada di Bandara Ben Gurion dalam kapasitasnya sebagai pilot.

Dalam pemeriksaan, Al Hammami dilaporkan mengaku telah memikirkan aksi tersebut sebelum bergabung dengan maskapai. Otoritas Israel sejauh ini menduga tindakan itu dilakukan atas inisiatif pribadi dan tidak berdasarkan perintah kelompok teror tertentu.

Situasi di dalam pesawat berubah ketika Al Hammami diduga menyerang pilot utama, Smit Machchhar, menggunakan kapak darurat. Ia kemudian disebut berupaya memanipulasi kendali pesawat dan mematikan mesin.

Upaya tersebut berhasil dihentikan setelah pilot mendapat bantuan dari penumpang. Pesawat kemudian dapat dialihkan dan mendarat dengan selamat.

Insiden baru diketahui setelah pesawat mengirimkan sinyal bahaya dan sempat kehilangan kontak. Data penerbangan juga menunjukkan perubahan ketinggian dan kecepatan yang tidak lazim.

Kasus tersebut kini ditangani sebagai penyelidikan dugaan terorisme. Latar belakang Al Hammami juga menjadi perhatian setelah terungkap bahwa ia pernah bekerja untuk Oman Air dan disebut diberhentikan karena pandangan ekstremis.

Penyelidikan juga berkembang ke Australia. Financial Times melaporkan Al Hammami diduga pernah mengunjungi masjid dan situs web yang berkaitan dengan ekstremisme ketika berada di Canberra. Otoritas Australia tengah menyelidiki kemungkinan proses radikalisasi yang dialaminya.

Bagi pemerintah Israel, insiden ini menjadi peringatan baru terhadap keamanan penerbangan sipil. Netanyahu kemudian meminta evaluasi menyeluruh untuk memastikan prosedur keamanan penerbangan internasional mampu mencegah ancaman serupa.

Penyelidikan masih berlangsung untuk memastikan motif, proses perencanaan, serta kemungkinan adanya pihak lain yang mengetahui atau membantu rencana tersebut.