The Indonesia Times - Badan Kerja Sama Parlemen (BKSP) DPD RI menegaskan perlunya implementasi nyata Kemitraan Strategis Indonesia–Federasi Rusia, khususnya di sektor pendidikan dan penguatan ekonomi lokal. Penekanan itu disampaikan Ketua BKSP DPD RI Gusti Farid Hasan Aman dalam pertemuan dengan Duta Besar Federasi Rusia di Gedung DPD RI, Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Kamis (22/1/2025). “DPD RI memiliki peran strategis dalam mendorong kerja sama antar daerah dan sub-nasional sebagai bagian integral dari hubungan bilateral Indonesia–Rusia,” ujar Gusti Farid.

Ia menilai kemitraan strategis tidak boleh berhenti di level pusat. Menurutnya, peluang kerja sama lintas daerah terbuka di sektor pendidikan, kebudayaan, pariwisata, energi, lingkungan, hingga pengembangan ekonomi lokal.

“Melalui BKSP DPD RI, kami berkomitmen untuk memperkuat diplomasi parlemen berbasis daerah serta menjembatani kepentingan nasional dan kepentingan daerah dalam kerangka hubungan bilateral yang strategis dan berkelanjutan,” tambahnya.

Duta Besar Federasi Rusia untuk Indonesia, Sergei Gennadievich Tolchenov, mengatakan momentum hubungan bilateral semakin menguat, terutama setelah kunjungan Presiden Prabowo Subianto ke Rusia pada 2025. “Penandatanganan berbagai kesepakatan tersebut membuka ruang yang lebih luas bagi penguatan kerja sama konkret antara Indonesia dan Rusia, termasuk di tingkat daerah,” ujarnya.

Wakil Ketua BKSP DPD RI Mirah Midadan Fahmid menyoroti pentingnya langkah konkret dalam implementasi kemitraan strategis, termasuk dikaitkan dengan keanggotaan Indonesia di BRICS dan rencana perjanjian perdagangan bebas dengan Uni Ekonomi Eurasia (EAEU).

“Pertemuan ini menjadi wadah pertukaran pandangan mengenai langkah-langkah konkret untuk mendorong keterlibatan pemerintah daerah, pemerintah sub-nasional, serta para pemangku kepentingan lainnya dalam implementasi kerja sama bilateral kedua negara,” kata Mirah.

Sementara itu, Wakil Ketua BKSP Henock Puraro menekankan sektor pendidikan sebagai prioritas kerja sama.

“Kami berharap kerja sama pendidikan dengan Rusia dapat terus ditingkatkan, terutama untuk memperkuat keterampilan dan kapasitas sumber daya manusia di daerah,” ujarnya.

Wakil Ketua BKSP lainnya, Darmansyah Husein, mengingatkan bahwa kemitraan strategis membutuhkan interaksi yang lebih kuat di tengah ketidakpastian global. “Kami meyakini bahwa kemitraan strategis memerlukan interaksi yang lebih kuat, terlebih di tengah dinamika dan ketidakpastian global saat ini,” pungkas Darmansyah.