The Indonesia Times - Upaya modernisasi sektor pertanian di daerah mulai mengarah pada kolaborasi internasional. Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI membuka peluang kerja sama dengan Kota Jinju, Korea Selatan, untuk mendorong penerapan teknologi pertanian modern atau smart farming di berbagai wilayah Indonesia.
Wakil Ketua Badan Kerja Sama Parlemen (BKSP) DPD RI, Gusti Farid Hasan Aman, menilai kerja sama ini sebagai langkah strategis untuk meningkatkan produktivitas sekaligus daya saing sektor pertanian daerah.
“Kota Jinju memiliki pengalaman kuat dalam teknologi agrikultur modern. Ini bisa menjadi solusi konkret bagi daerah yang ingin meningkatkan hasil pertanian,” ujarnya di Kompleks Parlemen, Jakarta, Selasa (23/6/2026).
Kolaborasi ini tidak hanya fokus pada teknologi, tetapi juga pengembangan sumber daya manusia. Transfer pengetahuan dinilai penting agar petani lokal mampu mengadopsi sistem pertanian berbasis teknologi secara berkelanjutan.
Sementara itu, Wali Kota Jinju, Kyo Il Jo, menyatakan kesiapan pihaknya untuk berbagi pengalaman dalam pengembangan alat pertanian modern dan sistem smart farming. Ia juga membuka peluang kerja sama pendidikan dan pertukaran pengetahuan dengan pemerintah daerah di Indonesia.
“Kami ingin membangun kemitraan jangka panjang, termasuk peluang sister city, agar kolaborasi tidak hanya di bidang pertanian, tetapi juga ekonomi, budaya, dan investasi,” kata Kyo Il Jo.
DPD RI melihat sinergi ini sebagai pintu masuk percepatan transformasi sektor pertanian nasional, terutama di daerah yang memiliki potensi agrowisata dan komoditas unggulan. Dengan dukungan teknologi dari Korea Selatan, diharapkan produktivitas meningkat dan kesejahteraan petani dapat terdongkrak secara signifikan.
Kerja sama ini sekaligus menandai pergeseran pendekatan pembangunan pertanian—dari metode konvensional menuju sistem berbasis teknologi yang lebih efisien, adaptif, dan berkelanjutan.